Jumat 01 November 2019, 16:41 WIB

Diplomasi Gastronomi Indonesia Disambut Antusias di Slovakia

mediaindonesia.com | Internasional
Diplomasi Gastronomi Indonesia Disambut Antusias di Slovakia

Istimewa/KBRI Sloakia
Kegiatan di0lomasi gastronomi yang digelar di Bratislava dan Piestany. Slovakia.

 

UNTUK memperat hubungan bileteral dan multilateral, lazim dilakukan diplomasi. Salah satunya digelar diplomasi gastronomi Indonesia yang mengundang berbagai komunitas di Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Bratislava, Slovakia.

Dalam acara diplomasi gastronomi dengan tema Indonesia Gastronomy Events: Flavours of Indonesia digelar selama dua hari pada 27-29 Oktober di dua kota yakni Bratislava dan Piestany.  

Kegiatan demo memasak dilakukan tim kuliner William Wongso yang terdiri dari Chef Galih Kunto Baskoro dan Cook Farida. Demo memasak sebagai bagian dari diplomasi gastronomi mendapat sambutan antusias dari masyarakat Indonesia,  friends of Indonesia, siswa akademi gastronomi di Hotelová Akadémia Ľudovíta Wintera dan anggota International Women Club of Bratislava (IWCB).

Sebagai bagian dari diplomasi gastronomi, kegiatan kuliner bertujuan mengenalkan  makanan Indonesia kepada berbagai lapisan masyarakat di Slowakia.

Pada sesi dengan masyarakat Indonesia dan friends of Indonesia, dua chef dari tim Willam Wongso mengajarkan cara memasak pindang serani, asinan Jakarta, martabak, es pisang ijo dan sate Marangi.

Pada kegiatan lanjutan yang digelar di Akademi Gastronomi Piestany,  Chef Galih Kunto Baskoro dan Cook Farida mengajarkan cara memasak soto Betawi, sate ayam, sate tahu, nasi goreng, dan dadar gulung kelapa.

Sementara pada sesi dengan IWCB, Galih dan Farida mengajarkan cara memasak soto Betawi, nasi goreng, rendang, ayam woku, terong balado dan dadar gulung.

“Secara keseluruhan diplomasi gastronomi yang dilakukan oleh KBRI Bratislava mendapatkan apresiasi yang sangat positif,” Dubes RI untuk Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso Asmady dari Bratislava, Slovakia, pada pers rilisnya.

“ Di setiap kesempatan, para peserta denganantusias mengikuti tahapan memasak, kegunaan setiap bumbu dan sejarah kuliner Indonesia yang disampaikan. Hal ini terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan,” ujar Adiyatwidi.

Bahkan banyak dari peserta yang menyatakan baru pertama kali mengenal bumbu-bumbu yang dipakai di masakan Indonesia. “Mereka kaget dengan bau bumbu terasi yang menyengat namun dapat menghasilkan cita rasa pada masakan Indonesia,” papar Adiyatwidi.

Dubes RI untuk Slovakia itu mengaku terkejut dan tak terbayangkan sebelumnya bahwa kuliner Indonesia sangat kaya rasa dan cocok dengan cita rasa masyarakat Slovakia.

Saat demo memasak yang diajarkan dan dikenal chef asal Indonesia, para peserta juga tampak antusias untuk terlibat langsung dalam proses memasak pada saat demo berlangsung.  Tak hanya itu, pihak Akademi Gastronomi Slovakia pun mengharapkan agar Indonesia dapat menyelenggarakan workshop kembali dalam waktu dekat.

Adiyatwidi menambahkan bahwa diplomasi gastronomi merupakan salah satu upaya untuk mengangkat citra Indonesia melalui makanan.

“Diharapkan melalui kegiatan ini akan lebih memperkenalkan secara lebih luas mengenai keragaman kuliner Indonesia, mulai dari bumbu hingga sejarah terciptanya setiap jenis makanan,” tuturnya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More