Jumat 01 November 2019, 16:50 WIB

Angkat Hak Perempuan di Si Manis Jembatan Ancol

Fathurrozak | Weekend
Angkat Hak Perempuan di Si Manis Jembatan Ancol

MI/Fathurrozak
Konpers film Si Manis Jembatan Ancol

SI Manis Jembatan Ancol pernah populer lewat serialnya di televisi pada era 90-an hingga awal 2000-an. Kala itu, versi sinetron sempat dibintangi Diah Permatasari dan Kiki Fatmala. Baik saat tokoh utama bernama Mariam diperankan Diah maupun Kiki, Ozy Syahputra masih tetap menjadi titular yang tidak bisa dipisahkan.

Kisah ini pun pernah diangkat ke layar lebar tahun 1973 yang diperankan Lenny Marlina. Sang sutradara dan penulis skenario Anggi Umbara akan membuat versi reboot-nya.

"Bukan sinetron era 90-an yang mendasari. Melainkan film aslinya pada 1973. Si Manis Jembatan Ancol yang tahun ini rilis menceritakan hak-hak perempuan yang direnggut. Diskriminasi perempuan yang haknya terenggut," ungkap Anggi saat rilis poster dan trailer di XXI Epicentrum, Kamis (31/10).

Dalam penelusurannya, Anggi menemukan tiga nama yang berasosiasi dengan karakter Si Manis, yaitu Mariam, Siti Ariah, dan Nyai Dasimah. Namun, Anggi memutuskan mengambil nama Mariam sebagai karakter Si Manis yang diperankan Indah Permatasari.

"Pertama, Siti Ariyah ada beneran silsilahnya, agak riskan kalau menggunakan nama tersebut. Memilih nama Mariam karena lebih populer.
Sementara nama Nyai Dasimah karakternya terlalu lekat dengan era kolonial."

Anggi melanjutkan, "Mau membersihkan kembali, moral story apa yang mau dibawa, tentang martabat dan memuliakan perempuan yang tentunya sampai sekarang masih relevan. Selain itu, kenapa juga musti tampilkan sensualitas bagian tubuh. Ini jadi bentuk kegelisahan. Hantu sudah jadi komoditi masih ditelanjangi pula," tegas Anggi.

Pada trailer berdurasi lebih dari 2 menit yang diputar terbatas, karena dikategorikan 21+ oleh Lembaga Sensor Film (LSF) terlihat beberapa cuplikan adegan yang cukup gory. Sementara, trailer yang rilis secara publik, terdapat beberapa adegan terpotong. Saat ini, film tengah masuk tahap LSF untuk mendapat kategorisasi usia. Anggi berharap film bisa mendapat kategori penonton usia 17+.

Pada saat proses syuting yang memakan waktu 19 hari ini, Anggi juga harus berkutat dengan cederanya setelah jatuh dari sepeda saat recce (baca: reki) lokasi. Sehingga, dalam proses syuting Anggi harus men-direct dari dalam ambulans dan ia dibantu sang kakak, Bonti Umbara yang duduk di kursi asisten sutradara. (M-3)

Baca juga : Uji Coba Fitur Baru, Netflix Bikin Sineas Dongkol

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More