Jumat 01 November 2019, 17:15 WIB

Bulog Dorong Distribusi Pangan Lewat E-Commerce

Ihfa Firdausya | Ekonomi
Bulog Dorong Distribusi Pangan Lewat E-Commerce

ANTARA/Syifa Yulinnas
Pekerja menata beras untuk BPNT di gudang Perum Bulog Subdivisi Regional (Divre) Meulaboh, Aceh Barat, Aceh.

 

DIREKTUR Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso mendorong penggunaan e-commerce untuk penyediaan pangan nasional. Dalam hal ini, Bulog memiliki toko daring bernama PangananDotcom yang bisa diakses melalui e-commerce Shopee.

PangananDotcom menyediakan berbagai produk pangan seperti beras dan kebutuhan sembako lainnya.

Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, menyebut ke depannya Bulog akan merangkul e-commerce lain untuk penyediaan pangan tersebut.

"Kerja samanya dengan Shopee. Ini kan baru mulai, nanti kita evaluasi. Selanjutnya akan kita rangkul semua, jadi masyarakat akan mudah, melalui aplikasi apa saja bisa dapat," ujarnya saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (1/11).

Baca juga: BPS Catat Inflasi Tipis di Oktober

Di sisi lain, Bulog ingin membuat King Market yang bertujuan mengontrol pangan nasional.

"Kita harus punya The King Market untuk menguasai market secara nasional dan kontrol pangan untuk masyarakat Indonesia. Fungsi King Market ini nantinya seluruh produk pangan yang dihasilkan produsen-produsen pangan tidak bisa langsung dijual bebas kecuali melalui King Market," ungkap Buwas.

Tujuannya, imbuh Buwas, pangan akan diteliti dulu, dikontrol kualitas dan keamanannya, baru dijual dan didistribusikan.

"Ada yang jumlah besar ada yang perorangan, silakan. Tapi sudah melalui King Market," katanya.

Distribusi pangan kepada masyarakat pun akan dilakukan secara daring.

"Supaya masyarakat tidak terbebani, kita memakai teknologi. Jadi masyarakat cukup pesan, diantar. Jadi sudah saya praktikkan. Sudah bisa door to door," tuturnya.

Supaya masyarakat kelas bawah tidak kesulitan, Buwas mengatakan akan memberdayakan RT/RW dalam mendistribusikannya.

"RT/RW tidak akan salah terkait warganya yang berhak menerima BPNT (Bantuan Pangan Nontunai) atau nanti berubah kartu sembako. Peran RT itulah yang nanti mendata dan mengakses bulog. Nanti kita tinggal melempar kepada pangananDotcom. Nanti dia yang dorong sampai door to door," ujarnya.

Selanjutnya Bulog akan menawarkan program ini kepada Presiden dan Kementerian Sosial.

"Program pemerintah bisa berjalan baik dengan sistem sekarang, yaitu kita antar barang ini door to door. Nanti program dan data-datanya ada di Kementerian Sosial dan Kementerian Dalam Negeri. Saya tinggal gelontorkan saja dengan sistem ini," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More