Jumat 01 November 2019, 13:01 WIB

Baca Puisi, Kapolres Kota Tegal dapat Hadiah Batik

Supardji Rasban | Nusantara
Baca Puisi, Kapolres Kota Tegal dapat Hadiah Batik

MI/Supardji Rasban
Kapolres Tegal AKB Siti Rhondijah dihadiahi kain batik bertuliskan puisi karya Atmo Tan Sidik yang diberikan tokoh Tegal Maufur.

 

ADA yang berbeda dalam acara bedah buku Menjemput Takdir karya Firman Hadi yang dihelat di Ruang Paripura DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (31/10) malam. Mengawali acara, Kapolres Tegal Kota, AKB Siti Rondhijah tampil membacakan puisi karyanya yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Tegalan. Dari judul aslinya Mau Apa Lagi menjadi Pan Apa Maning. Penerjemahnya tak lain adalah stafnya.

"Yang menerjemahkan staf saya karena saya bukan orang Tegal," ujar Siti Rhondhijah, berterus terang.
     
Bagi seorang Kapolres menunaikan tugas yang memang sudah menjadi pekerjaannya tak banyak mengalami kesulitan. Namun, jika harus menulis puisi, rasanya menjadi tak biasa.

"Tapi saya siap saja ketika diminta oleh Pak Atmo Tan Sidik menulis puisi. Bagi polisi ketika mendapat perintah itu harus siap," seloroh Kapolres.

Atmo Tan Sidik, yang dikenal sebagai budayawan Pantura tergelak mendengar canda Siti Rondhijah. Tak luput juga novelis sohor Ahmad Tohari, yang malam itu hadir didapuk menjadi salah satu nara sumber bedah buku, juga ikut tertawa. Kapolres mengaku senang bisa hadir dan tampil membacakan pusi di antara para seniman Kota Bahari itu. Meski mengaku tidak fasih dengan bahasa Tegal, namun intonasi dalam setiap pembacaan bait terucapkan dengan seperti gaya orang Tegal dalam berbahasa sehari-hari.
     
"Bagi saya menulis puisi adalah kemampuan yang tidak semua dimiliki orang. Saya berterimaksih bisa hadir di acara bedah buku sekaligus peluncuran buku Menjemput Takdir malam ini," upanya.
     
Usai membacakan puisi, Siti Rhondijah dihadiahi kain batik bertuliskan puisi karya Atmo Tan Sidik yang diberikan tokoh Tegal Maufur, yang juga mantan Wakil Walikota Tegal.

"Terima kasih hadianya. Sudah lama saya ingin memiliki batik yang bermotif seperti ini, apa lagi ada tulisan puisinya," pungkasnya.

baca juga: BPBD Sleman Pastikan Potensi Banjir Lahar Hujan Relatif Kecil
     
Bedah buku Menjemput Takdir dimoderatori Edy Suripno (Uyip) mantan Ketua DPRD Kota Tegal, dan seorang nara sumber lagi selain Ahmad Tohari sang penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk, yakni Andi Kustomo penulis Tegal. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More