Jumat 01 November 2019, 12:15 WIB

Ini Nasihat Tito Karnavian untuk Kapolri yang Baru

Desi Anggriani | Politik dan Hukum
Ini Nasihat Tito Karnavian untuk Kapolri yang Baru

ANTARA/Wahyu Putro A
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kiri) berjabat tangan dengan Mendagri Tito Karnavian seusai mengikuti upacara pelantikan kapolri.

 

MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut tugas Kapolri yang diemban Idham Aziz tidak gampang. Idham akan menghadapi banyak pekerjaan dari sisi internal dan eksternal.

"Selamat bertugas. Banyak pekerjaan yang harus dikerjakan Pak Idham. Jadi kapolri engga gampang," kata Tito di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Jumat (1/11).

Tito menjelaskan Kapolri harus siap mengurusi 450 ribu petugas di internal kepolisian. Sementara secara ekternal terdapat 34 Polda, 500 Polres, dan hampir 5.000 Polsek di seluruh Indonesia.

"Kemudian melaksanakan tugas pokok pemeliharaan kamtibnas, sambil juga pelayanan kepada publik," ungkapnya.

Dari sisi penegakan hukum, Indonesia merupakan negara pluralistik dengan sistem demokrasi yang cenderung bebas sehingga beban pekerjaan semakin kompleks.

Baca juga: Idham Bakal Langsung Tunjuk Kabareskrim Usai Dilantik

Selanjutnya, permasalahan kejahatan konvensional seperti perampokan, begal, kekayaan negara, illegal logging, illegal fishing, masalah lingkungan hingga pilkada 2020.

"Komplek sekali. Saya merasakan tiga tahun tiga bulan merasa cukup berat," tambah mantan Kapolri ini.

Namun, Tito mengaku sebagai pembina kepala daerah tetap akan membangun sinergi dengan Kepolisian, TNI, Kejaksaan TInggi, Pengadilan tinggi dan DPRD.

"Pasti. Kan saya pembina untuk kepala daerah," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi resmi melantik Komjen Idham Azis sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) pengganti Tito Karnavian.

Idham dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 97 Polri Tahun 2019 tentang pengangkatan Kapolri. Di saat bersamaan, Idham mendapat kenaikan pangkat dari Komjen menjadi Jenderal bintang empat. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More