Jumat 01 November 2019, 11:30 WIB

DPR AS Resmikan Proses Pemakzulan Trump

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
DPR AS Resmikan Proses Pemakzulan Trump

AFP/Win McNamee
Anggota DPR AS melakukan voting dalam proses pemakzulan Presiden Donald Trump

 

DPR Amerika Serikat (as) yang dikontrol Partai Demokrat, Kamis (31/10) waktu setempat, menyetujui resolusi untuk menetapkan aturan audiensi publik dalam penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump.

Resolusi itu, yang disetujui dalam pemungutan suara 232-196, memberi wewenang kepada komite DPR untuk menjalankan audiensi publik formal.

DPR sedang menyelidiki apakah Trump menyalahgunakan kekuasaan kepresidenannya dengan melakukan kampanye tekanan di Ukraina untuk kepentingan politik pribadi di dalam negeri.

Pemungutan suara DPR diajukan Ketua DPR Nancy Pelosi, seorang Demokrat, setelah berbulan-bulan digelar dengar pendapat investigasi oleh enam komite DPR yang menargetkan perilaku presiden dalam urusan kantor dan bisnis swasta.

Dia mendesak sesama anggota Kongres untuk melindungi Konstitusi AS.

“Hal yang dipertaruhkan dalam semua ini tidak lain adalah demokrasi kita," ujarnya.

Baca juga: DPR AS Panggil Bolton dalam Upaya Pemakzulan Trump

Dua Demokrat memilih tidak segaris dengan partai dengan memberikan suara ‘tidak’ dan satu mantan anggota Partai Republik, sekarang seorang independen, memilih ‘ya’.

Dua Demokrat adalah Collin Peterson dari Minnesota dan Jeff Van Drew dari New Jersey. Trump memenangi distrik Peterson dengan 30 poin persentase pada 2016. Distrik Van Drew memberi Trump dengan 4,6 poin pada 2016, menurut Ballotpedia.

Sementara yang independen adalah Justin Amash, yang mengumumkan dukungannya untuk pemakzulan pada Juli setelah membaca laporan investigasi Penasihat Khusus Robert Mueller terhadap campur tangan Rusia dalam pemilu 2016.

Resolusi delapan halaman itu menyediakan audiensi pemakzulan publik oleh Komite Intelijen dan Kehakiman. Pengacara konsultasi komite akan melakukan pemeriksaan saksi dalam periode yang lama.

Demokrat menuduh Trump menggunakan pengaruh hampir US$400 juta dalam bantuan keamanan untuk mendapatkan janji dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy agar menyelidiki Joe Biden, pesaing utama nominasi calon presiden Demokrat untuk menantang Trump pada 2020, dan putranya, Hunter, yang telah bertugas di dewan perusahaan gas Ukraina. Tidak ada bukti kesalahan telah dilakukan oleh duo Biden.

Pemerintahan Trump juga meminta penyelidikan atas klaim tidak berdasar bahwa Ukraina, bukan Rusia, ikut campur dalam pemilihan presiden AS 2016, menurut kesaksian.

Sementara Trump menyatakan dia tidak melakukan kesalahan apapun meskipun teah mengakui adanya percakapan telepon dengan Zelenskyy. Ia menyebut penyelidikan pemakzulan terhadap dirinya ebagai sebuah ‘perburuan penyihir’. (AFP/Al Jazeera/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More