Kamis 31 Oktober 2019, 22:41 WIB

Konsumen Indonesia Nilai Kesehatan dan Kelestarian Berhubungan

mediaindonesia.com | Humaniora
Konsumen Indonesia Nilai Kesehatan dan Kelestarian Berhubungan

Istimewa
Konferensi pers hasil survei dari lembaga Ipsos dan Tetra Pak di Jakarta.

 

KONSUMEN di Indonesia saat ini telah memahami bahwa kesehatan pribadi dan kelestarian lingkungan saling terhubung satu sama lain. Hal tersebut dari hasil survei yang dilakukan di Tanah Air khususnya di Pulau Jawa.

Survei terhadap konsumen juga dilkakukan di Serikat, Inggris, Arab Saudi, dan Brasil. Dalam survei yang dilakukan lembaga riset Ipsos yang berpusat di Paris, Prancis dan Tetra Pak. Laporan survei global tahunan itu diberi nama Tetra Pak Index 2019 dengan tema ‘The Convergence of Health & Environment'.

Soeprapto Tan, Managing Director Ipsos Indonesia menjelaskan bahwa, “Karakteristik unik budaya Indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika merupakan salah satu latar belakang mengapa survei global ini memilih Indonesia sebagai salah satu negara kunci. “

“Adapun secara aspek kesehatan, Indonesia menempati satu dari lima negara penderita diabetes tertinggi. Sedangkan secara lingkungan, permasalahan sampah plastik juga telah menjadi sorotan internasional,” kata Soeprapto di Jakarta, Kamis (31/10).

Sementara itu, Michael Wu, Managing Director Tetra Pak Malaysia, Singapore, Philippines, & Indonesia menjelaskan, “Secara global laporan Tetra Pak Index 2019 memperlihatkan bahwa industri makanan minuman adalah salah satu industri pertama yang melihat adanya konvergensi antara kesehatan dengan lingkungan.”

“ Hal ini memberikan peluang baru bagi industri makanan minuman untuk menciptakan hubungan personal dengan konsumen dan mengatasi kedua hal ini pada saat yang sama,”  kata Michael Wu.

Lebih lanjut ia berharap bahwa peluncuran Tetra Pak Index 2019 dapat menjadi referensi bagi para pelaku industri makanan minuman Indonesia untuk memenangkan tren konvergensi kesehatan dan lingkungan di masa depan.

Dari hasil survei, terungkap bahwa  82%  konsumen Indonesia setuju bahwa akan terjadi kerusakan lingkungan dan dapat ditangani jika kita segera mampu mengubah kebiasaan yang ada saat ini.

“ Adanya kesadaran dan ambisi konsumen yang tinggi untuk menjadi sehat sekaligus melindungi lingkungan, di mana 86% konsumen menganggap penting gaya hidup sehat dan 80% konsumen setuju untuk hidup dengan dampak lingkungan yang minimal,” papar Soeprapto.

Sayangnya, perilaku daur ulang di Indonesia belum banyak diterapkan, hanya 42 persen konsumen Indonesia yang mendaur ulang produk yang telah dipakai. (OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More