Kamis 31 Oktober 2019, 20:23 WIB

Karya Da Vinci yang 'Hilang' Diminta Dipamerkan ke Publik

Adiyanto | Humaniora
Karya Da Vinci yang

FRANCOIS GUILLOT / AFP
Replika lukisan Salvator Mundi karya Leonardo da Vinci

 

MUSEUM seni Louvre di Paris, Perancis berharap pemilik Salvator Mundi, lukisan termahal di dunia, untuk memajang karya itu di museum tersebut. Hal itu diungkapkan salah seorang petinggi lembaga kebudayaan Prancis.

Salvator Mundi yang bermakna Juru Selamat Dunia, merupakan lukisan karya pelukis ternama Italia, Leonardo Da Vinci. Konon, lukisan itu menjadi yang termahal di dunia setelah dibeli oleh Putra Mahkota Arab Saudi seharga US$ 450 juta atau setara Rp6,5 triliun  dalam lelang di Christie's New York, Amerika Serikat, pada 2017. Sejak itu, karya tersebut tidak pernah lagi dipamerkan untuk publik.

Di Louvre museum sendiri saat ini tengah digelar pameran karya-karya Da Vinci, namun tanpa kehadiran lukisan sang juru selamat tersebut. "Dalam pameran ini kami menawarkan kerja sama saling menguntungkan untuk semua pihak yang terlibat. Saya sedih...(tanpa kehadiran lukisan Slvator Mundi), tapi pintu tetap masih terbuka," kata Chris Dercon, Presiden lembaga kebudayan Prancis Rmn Grand Palais, seperti dikutip AFP, Kamis (31/10).

"Saya yakin pihak direktur maupun kurator museum telah menawarkan para pemilik lukisan, termasuk pemilik Salvator Mundi. Saya rasa pameran ini salah satu cara memamerkan karya tersebut, tidak hanya kepada pengunjung khusus, tapi juga ke publik," imbuhnya.

Namun, Dercon yang berbicara di Konferensi Future Investment Initiative (FII) di Riyadh, Arab Saudi, tidak menjelaskan lebih jauh perihal mekanisme tawaran tersebut. Sejauh ini juga belum ada komentar dari pihak museum Louvre maupun pemerintah Arab Saudi.

Lukisan Salvator Mundi yang berwujud rupa Yesus dengan latar belakang gelap dan posisi tangan kanan terangkat itu, tidak pernah lagi muncul di ruang publik sejak terjual.  Harian Wall Street Journal lah yang pertama kali mengabarkan bahwa karya tersebut dibeli oleh pangeran Badr bin Abdullah,  yang merupakan putra mahkota dari Raja Saudi, Mohammed bin Salman. Pihak Saudi sendiri tidak pernah mengonfirmasi maupun membantah kabar tersebut.

Namun, Menteri Kebudayaan Uni Emirat Arab mengklaim bahwa pihak mereka lah yang memiliki lukisan tersebut, bukan Saudi. Mereka pun mengaku pernah memajang karya tersebut di Louvre museum cabang Abu Dhabi, pada September tahun lalu.

"Pemilik karya seni bukan sekadar materi, benda atau finansial. Pemilik sejati harus juga menerima dan berbagi," kata Dercon.

Pameran karya Da Vinci di Museum Louvre di Paris, Prancis berlangsung 22 Oktober 2019 hingga 24 Februari tahun depan. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More