Kamis 31 Oktober 2019, 18:50 WIB

Memasuki Musim Hujan, Warga Diimbau Waspadai Longsor

Indriyani Astuti | Humaniora
Memasuki Musim Hujan, Warga Diimbau Waspadai Longsor

Antara/Nurul Ramadhan
Petugas SAR gabungan memeriksa alat pendeteksi getaran di puncak area tanah longsor di Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Januari lalu.

 

MEMASUKI November menjelang musim hujan, masyarakat terutama yang tinggal di kawasan lereng hutan gundul, diimbau untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor.

Kepala Bidang Mitigasi dan Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Agus Budianto menjelaskan, data PVMBG mencatat ada peningkatan gerakan tanah setiap Oktober pada periode 2017 hingga 2018.

Adapun wilayah yang harus diwaspadai rawan mengalami pergerakan tanah antara lain Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah dan Selatan. Pola gerakan tanah, terang Agus, sangat tergantung dengan respons bumi dan sejumlah faktor, seperti unsur kemiringan tanah, jenis batuan, air di permukaan dan bawah permukaan, serta tata guna lahan.

"Prioritas untuk diwaspadai yakni daerah yang pernah terjadi pergerekan tanah, batuan penyusunnya, dan kemiringan tanah saat masuk musim hujan. Masyrakat harus tahu apabila daerah mereka rawan terjadi gerakan tanah, ketika curah hujan meningkat," terangnya dalam acara diskusi potensi bencana di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (31/10).

Menurut Agus, potensi pergerakan tanah dapat dilihat seperti lereng yang gundul, adanya mata air atau sungai, dan retakan-retakan pada tanah. Untuk lereng yang sudah terlanjur gundul, PVMBG mengimbau agar ditanami kembali untuk meminimalkan potensi longsor atau masyarakat tidak tinggal di daerah rawan tersebut. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More