Kamis 31 Oktober 2019, 18:20 WIB

Uang Korupsi Wawan Disebut untuk Biayai Pilkada Atut dan Airin

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Uang Korupsi Wawan Disebut untuk Biayai Pilkada Atut dan Airin

MI/Bary Fathahilah
Terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan (batik) menjalani sidang pembacaan dakwaan atas kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang

 

ADIK mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, didakwa melakukan pencucian uang hasil korupsi senilai Rp579,7 miliar. Pencucian uang itu diduga dilakukan kurun waktu 2005 hingga 2013.

Terdapat dua dakwaan pencucian uang yang dilakukan Wawan. Pertama, pada periode 2010 hingga 2019 yang nilainya mencapai Rp479 miliar dalam bentuk rupiah dan mata uang asing.

Uang tersebut digunakan untuk membeli tanah, membiayai istrinya Airin Rachmi Diany dalam Pilkada Tangerang Selatan pada 2010-2011 juga membiayai kakaknya, Ratu Atut Chosiyah, dalam Pilkada Banten.

"Terdakwa melakukan tindak pidana pencucian uang yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP mengenai tindak pidana pencucian uang aktif dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar," kata jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi Subari Kurniawan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (31/10).

Baca juga: JPU Sebut Wawan Rugikan Negara Rp94 Miliar

Adapun pada dakwaan TPPU kedua, Wawan disebut melakukan pencucian uang dalam kurun waktu 2005 hingga 2010 sebesar Rp100,7 miliar. Uang tersebut digunakan untuk membeli kendaraan hingga membiayai saudara kandungnya yang lain, Ratu Atut Chasanah, di Pilkada Serang.

"Diduga hasil tindak pidana korupsi berkaitan dengan pekerjaan terdakwa selaku kontraktor yang dapat mengatur proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten bersama-sama dengan Ratu Atut Chosiyah selaku Gubernur Banten," ungkap jaksa.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More