Kamis 31 Oktober 2019, 17:28 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

MI/M. Irfan
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

 

GUBERNUR Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan, pertumbuhan perekonomian Indonesia saat ini jauh lebih baik ketimbang negara-negara lain di tengah kondisi ekonomi dunia yang tidak pasti.

"Negara lain ekonominya menurun, bahkan ada yang resesi. Tahun ini kita ada dikisaran 5,1%. Inflasi akhir tahun ini 3,3% itu rendah dibanding target yang 3,5%. Tahun depan kita mengarahkan agar bisa 5,3% dari konsumsi domestik dan investasi," kata Perry di Jakarta, Kamis (31/10).

Perry optimistis pertumbuhan perkonomian Indonesia jauh lebih baik ketimbang negara lain. Hal itu dikarenakan nilai tukar rupiah yang disebutnya tetap stabil berada dikisaran Rp14.000.

Current Acount Deficit (CAD) Indonesia berada di angka 2,5%-3% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

"BI mendukung outlook itu, sejak tahun ini semua instrumen kami adalah untuk pertumbuhan. Dengan stabilitas yang terjaga, itu akan sangat mendukung," tukas Perry.

Baca juga : Realisasi Investasi di Luar Jawa Tumbuh Tinggi

Ia kembali mengingatkan, Bank Sentral telah mengeluarkan berbagai kebijakan moneter yang mampu menopang pertumbuhan perekonomian dalam negeri.

Diantaranya yakni pemangkasan suku bunga sebanyak 4 kali sebesar 1%. "Tahun ini kami memangkas suku bunga empat kali berturut-turut dari 6% menjadi 5%. Perbankan juga mulai dan akan menurunkan suku bunga, lending akan lebih cepat," terangnya.

"Likuiditas lebih dari cukup, kami sudah menurunkan giro wajib minimun 50 basis poin, lebih dari cukup untuk financing. Kami terus gerojoki kebijakan moneter kami," sambung Perry.

Selain itu, BI juga telah mengeluarkan kebijakan makroprudensial dengan memberikan relaksasi di sektor industri dan otomotif.

"Bahkan akan lebih besar untuk yang ramah lingkungan sejalan dengan kebijakan pemerintah green financing," tukas Perry.

Lebih jauh, Perry mengungkapkan, pada sisi pendalaman pasar keuangan, pihaknya bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan membuat trading platform agar tercipta integrasi antara pasar uang, valas dan pasar modal.

"Kita sudah masuk ke valas dengan domestic delivery forward. Itu yang menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," pungas Perry. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More