Kamis 31 Oktober 2019, 15:09 WIB

Pengusaha Angkutan di Bandara Kertajati Gulung Tikar

Nurul Hidayah | Nusantara
Pengusaha Angkutan di Bandara Kertajati Gulung Tikar

Antara
Sepinya penumpang di BIJB Kertajati membuat 10 pengusaha angkutan bandara gulung tikar.

 

SEMAKIN sepinya penerbangan di BIJB Kertajati, berdampak pada pengusaha angkutan ke bandara terbesar di Jawa Barat tersebut. Pengusaha angkutan gulung tikar. Ketua Organda Cirebon, Karsono, menjelaskan jika saat ini ada sekitar 10 pengusaha angkutan ke BIJB Kertajati yang gulung tikar.

"Jumlah penumpang yang berangkat maupun yang tiba di BIJB Kertajati semakin minim," ungkap Karsono, Kamis (31/10).

Padahal pasca pengalihan penerbangan domestik dari Bandara Husein Bandung ke Kertajati Juli lalu, penumpang sempat ramai.

"Untuk berbagai tujuan di Jawa Barat. Banyak yang menggunakan BIJB Kertajati baik untuk berangkat maupun kembali setelah bepergian," ungkap Kasono.

Namun sebulan pasca penerbangan dialihkan, perlahan tapi pasti pengusaha angkutan mula menerima dampaknya.

"Pengguna jasa semakin sepi karena penumpang di BIJB Kertajati semakin minim," ungkap Karsono.

Padahal, lanjut Karsono, tidak sedikit modal investasi yang sudah dikeluarkan pengusaha angkutan tersebut. Mulai dari modal pembelian kendaraan hingga perizinan terkait angkutan ke BIJB Kertajati.

Karenanya, pengusaha angkutan meminta  pemerintah, mulai pemerintah pusat hingga Pemprov Jabar agar secara konsisten menjadikan BIJB Kertajati digunakan untuk penerbangan-penerbangan komersial di Jawa Barat.

"Kalau sudah dialihkan, ya harus konsisten. Tidak malah sepi seperti sekarang. Karena kami sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk investasi" ungkap Karsono.

Sementara itu juru bicara BIJB Kertajati, Aradea Adisudarma, menjelaskan jika saat ini hanya ada dua maskapai yang melakukan penerbangan di BIJB Kertajati.

"Yaitu Air Asia dan Lion Air," ungkap Aradea.

Dari dua maskapai tersebut terdapat 9 penerbangan yang berarti total ada 18 kali  pergerakan setiap harinya di BIJB Kertajati dengan tingkat keterisian di masing-masing penerbangan di kisaran 70%. Padahal saat peralihan penerbangan dari Bandara Husein Bandung ke BIJB Kertajati awal Juli 2019, ada 18 penerbangan. Sedangkan pada September sudah menurun menjadi hanya 11 penerbangan dan saat ini tersisa 9 penerbangan.

Untuk alasan penurunan jumlah penerbangan tersebut menurut Aradea merupakan kewenangan dari masing-masing maskapai.

"Kami sendiri sudah melakukan upaya maksimal untuk pemenuhan fasilitas bandara," ungkap Aradea.

baca juga: Omzet Temanggung Fair Anjlok

Seperti penambahan tenant hingga runway yang sudah mencapai 3 ribu meter. Panjang runway tersebut sudah bisa mengakomodir pesawat berbadan lebar. Rencananya, lanjut Aradea, pertengahan November ini akan mulai dilakukan penerbangan umrah regular bersama aerohajj dengan maskapai yang digunakan Garuda Indonesia. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More