Kamis 31 Oktober 2019, 14:14 WIB

Petani Kupang Mulai Panen Raya

Palce Amalo | Nusantara
Petani Kupang Mulai Panen Raya

MI/Palce Amalo
Petani panen raya di Persawahan Tarus, Manikin di Kupang Tengah, NTT di tengah bencana kekeringan di wilayah itu.

 

PETANI di persawahan Tarus dan Manikin, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki panen raya satu pekan terakhir. Panen raya dilakukan di tengah bencana kekeringan yang melanda daerah itu, yang berdampak terhadap menurunya debit sumber-sumber air. Namun dua areal persawahan tersebut mendapat pasokan air dari mata air Tarus yang terus mengalir di musim kemarau.

Sedangkan persawahan Noelbaki yang berjarak sekitar dua kilometer dari Tarus, dilanda kekeringan yang membuat hampir sebagian tanaman padi berpotensi gagal panen. Selama ini persawahan Noelbaki mendapat pasokan air dari Bendungan Tilong yang terdampak bencana kekeringan sehingga pasokan air ke persawahan ditutup.

"Setiap tahun, sawah di Tarus dua kali panen, pada Mei dan Oktober," kata Parno, petani setempat, Kamis (31/10).

Menurutnya, persawahan Tarus, Manikin, dan Noelbaki merupakan lumbung beras di Kupang Tengah. Beras dari persawahan itu dijual di pasar tradisional Kota Kupang dengan harga Rp11.000 per kilogram. Petani lainnya, Mesak Suek mengatakan petani di persawahan itu juga mengantisipasi dampak kekeringan dengan tetap menahan beras. Petani baru menjual berasnya jika ada kebutuhan seperti membeli pupuk serta biaya sekolah anak-anak.

"Beras yang ada dipakai untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Untuk kebutuhan musim tanam awal 2020, petani setempat belum membeli pupuk karena panen raya masih berlangsung. Mereka baru membeli pupuk jelang musim tanam. Sementara itu, stok pupuk urea bersubsidi di 11 gudang PT Pupuk Kaltim Perwakilan NTT mencapai 15.080,40 ton. Jumlah itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutunan petani di awal musim tanam.

baca juga: 34 Cabup dan Cawabup Nasdem Akan Sampaikan Visi-Misi

Kepala PT Pupuk Kaltim Perwakilan NTT Didik Triono menyebutkan penyaluran pupuk urea bersubsidi 2019 sudah mencapai 72,88% atau 20.520,65 ton dari alokasi 28.166 ton. Stok sebesar itu cukup karena kebutuhan pupuk urea petani NTT sampai Desember 2019 jauh di bawah stok di gudang yakni 7.637,35 ton. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More