Kamis 31 Oktober 2019, 12:33 WIB

BPBD Cianjur mulai Bersiaga Hadapi Potensi Peralihan Musim

Benny Bastiandy | Nusantara
BPBD Cianjur mulai Bersiaga Hadapi Potensi Peralihan Musim

MI/Benny Bastiandy
BPBD Cianjur siaga menghadapi musim pancaroba dari kemarau menuju musim hujan.

 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersiaga menghadapi peralihan musim kemarau ke musim hujan. Sebab, masa transisi tersebut biasanya memicu terjadi potensi pergerakan tanah, angin puting beliung, banjir, serta longsor.

"Sudah ada imbauan dari BMKG kaitan dengan potensi terjadinya peralihan musim. Tapi secara resmi kami belum menerima suratnya dari BMKG. Imbauan ini sudah kami teruskan lagi ke setiap kecamatan," terang Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, kepada Media Indonesia, Kamis (31/10).

Gejala alam peralihan musim sudah terjadi beberapa kali di Kabupaten Cianjur kurun sebulan terakhir. Diawali terjadinya tanah longsor di Kampung Cirawa RT 01/11, Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, Selasa (8/10) sekitar pukul 18.00 WIB. Tanah longsor itu menimbulkan korban jiwa. Pasangan suami istri Hendrik, 21, dan Siti, 20, yang merupakan pengantin baru, tewas tertimbun material tanah longsor dan dinding tembok yang jebol.

Sepekan kemudian, tepatnya pada Kamis (17/10) petang, sejumlah titik di pusat kota Cianjur, diterjang badai disertai hujan es, . Di beberapa lokasi terjadi pohon tumbang yang menimpa mobil, sepeda motor, serta bangunan.

"Gejala-gejala alam peralihan musim kemarau ke hujan sudah mulai terlihat. Beberapa kali Cianjur diterjang bencana bersamaan hujan lebat," ungkapnya.

Selama kemarau, Pemkab Cianjur menetapkan status siaga darurat kekeringan mulai 1 Juli-31 Oktober. Namun, kata Sugeng, meskipun per hari ini berakhir, tetapi Pemkab Cianjur belum akan mengganti status kebencanaan.

"Belum dicabut (status siaga darurat kekeringan). Kami masih menunggu informasi lanjutan dari BMKG untuk menentukan status kebencanaan itu," imbuhnya.

baca juga: Polisi Lidik Peredaran Liquid Vape Dioplos Narkotika di Babel

Sugeng menuturkan BPBD telah menyiagakan semua personel serta sarana dan prasarana menghadapi peralihan musim. Untuk personel, disiagakan juga relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) di setiap wilayah.

"Kami juga sedang mempersiapkan menambah jumlah personel Destana karena belum semua desa memiliki relawan," pungkasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More