Kamis 31 Oktober 2019, 10:38 WIB

Petani Flores Timur Coba Tanam Jagung Varietas Lamuru

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Petani Flores Timur Coba Tanam Jagung Varietas Lamuru

MI/Ferdinandus Rabu
Panen jagung varietas Lamuru yang cocok di tanah kering seperti di Kabupaten Flores Timur, NTT

 

DINAS Pertanian Kabupaten Flores Timur, NTT mengembangkan produksi pertanian lahan kering untuk memenuhi kebutuhan pangan di daerah ini. Salah satu alternatif adalah pengembangan tanaman jagung komposit dengan varietas jagung Lamuru yang dinilai cocok dengan kondisi tanah kering di daerah ini.

Dengan meilbatkan sejumlah pihak termasuk balai penyuluhan pertanian, petugas terus memberikan pemahaman dan sosialisasi terkait keunggulan varietas jagung komposit tersebut bagi para petani.

Ketua Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Caboda Flora Kecamatan Tanjung Bunga, Andreas Aran saat dikonfirmasi Kamis (31/10), mengakui saat ini petugas terus meningkatkan penyuluhan terkait keunggulan jagung komposit varietas Lamuru serta teknik budidayanya. Sebab varietas Lamuru ini diyakini mampu meningkatkan produktivitas jagung di daerah ini. Selain itu jagung Lamuru tahan dengan kekeringan sehingga cocok dengan kondisi tanah di daerah kering.

"Memang selama ini kami terus melakukan sosialisasi sekaligus mengajak para petani di desa-desa untuk bisa menggunakan varietas jagung Lamuru ini. Oleh karena jenis jagung komposit varietas Lamuru ini sangat cocok dengan kondisi tanah yang kering seperti di Kabupaten Flotim ini. Sehingga mampu menggenjot produktivitas jagung di daerah ini," tambahnya.

Saat panen perdana, hasil panen  terlihat meningkat di beberapa lokasi lahan dengan varitetas jagung tersebut. Jika tahun-tahun sebelumnya dengan veritas jagung yang lain hanya mampu produksi 4 hingga 5 ton saja per hektarnya, maka tahun ini dari perhitungan dengan varietas jagung Lamuru ini, mampu menghasilkan produksi 9 ton per hektare.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Nusa Bunga, Fransiskus Kaju, mengakui antusias petani cukup tinggi untuk mulai mengikuti sosialisasi dari petugas dan mulai beralih dengan varietas  jagung Lamuru tersebut.

baca juga: Biaya Pilkada di Sergai dan Simalungun Molor

"Kami cukup puas dengan sosialisasi para petugas untuk pengembangan jenis jagung Lamuru tersebut, karena banyak petani yang hadir sehingga cukup tertarik untuk mulai menggunakan varitas tersebut. Apalagi dengan hasil uji petik petugas penyuluhan, ternyata hasil varietas jagung ini lebih bagus dan tinggi produktivitasnya dan cocok di lahan kering," kata Fransiskus. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More