Kamis 31 Oktober 2019, 11:45 WIB

MIT Kembangkan Teknologi Pendeteksi Gerakan Bayangan

Nurtjahyadi | Teknologi
MIT Kembangkan Teknologi Pendeteksi Gerakan Bayangan

Dok newatlas.com
Penelitian yang dilakukan MIT

KENDARAAN otonom mendeteksi situasi di sekitar menggunakan laser dan kamera. Data yang didapat diolah pada sistem komputer yang kuat untuk membantu mereka berkeliling tanpa insiden. Namun, selalu ada ruang untuk perbaikan.

Insinyur di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat tengah mengembangkan sistem yang dapat melihat perubahan bayangan di tanah untuk menghindari tabrakan dengan benda yang tiba-tiba muncul dari balik bangunan atau di sekitar area yang tersembunyi.

"Metode kami dapat memberi peringatan dini bahwa ada sesuatu yang datang di tikungan, sehingga kendaraan dapat melambat, menyesuaikan jalurnya, dan mempersiapkan diri untuk menghindari tabrakan," ujar Daniela Rus, salah satu peneliti teknologi di MIT.

Sistem peringatan dini antitabrakan itu dikembangkan dalam sebuah proyek bernama ShadowCam, dengan kamera diarahkan ke lantai untuk mendeteksi adanya perubahan intensitas cahaya.

Baca juga: Teknologi Watch Phone untuk Memantau Aktivitas Anak

Beberapa dari perubahan ini mungkin terlalu samar untuk dideteksi mata manusia, tetapi bisa menjadi tanda awal kemunculan suatu objek di sekitar tikungan seperti pejalan kaki atau kendaraan.

Awalnya, penelitian ini memanfaatkan beberapa tag Augmented Reality (AR) yang diposisikan di seluruh area untuk membantu mencari pergerakan dalam bayangan. Namun, cara ini tidak terlalu praktis untuk aplikasi dunia nyata.

Teknologi ShadowCam yang diperbarui menggabungkan overlay beberapa gambar untuk mendeteksi perubahan intensitas cahaya dan analisis aktual dari gerakan kamera yang dapat menggunakan titik fitur di sebuah area.

Sistem akan mencari perbedaan halus di area target, memberikan bayangan yang dicurigai dorongan warna untuk mengurangi signal-to-noise ratio dan menentukan apakah objek yang menyebabkan bayangan tadi dalam kondisi bergerak atau tidak. Jika ya, ShadowCam memerintahkan kendaraan otonom untuk memperlambat atau berhenti.

Sejauh ini, tim MIT hanya menguji sistem di dalam ruangan pada kecepatan lambat dan dengan pencahayaan yang konsisten.  

ShadowCam dipasang di mobil otonom dan diuji di area parkir yang dirancang untuk meniru mengemudi di malam hari.

Untuk melihat keakuratan ShadowCam dalam pendeteksian digunakan juga mobil yang dilengkapi teknologi LiDAR (Light Detection And Ranging) sebagai pembanding. Alhasil ShadowCam dapat mendeteksi 0,72 detik lebih cepat mendeteksi adanya kendaraan yang mendekat ketimbang kendaraan yang menggunakan LiDAR.

Para peneliti saat ini berencana terus mengembangkan teknologi pendeteksi bayangan ini ke tahap yang lebih sulit. Di antaranya adalah meningkatkan sistem agar mampu bekerja pada kondisi pencahayaan berbeda baik dalam kondisi di dalam maupun di luar ruangan, termasuk meningkatkan kemampuan dalam kecepatan pendeteksian. (MIT News via newatlas.com/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More