Kamis 31 Oktober 2019, 10:45 WIB

Twitter Larang Semua Iklan Politik

Haufan Hasyim Salengke | Teknologi
Twitter Larang Semua Iklan Politik

AFP/Alastair Pike
Sebuah ponsel memperlihatkan logo Twitter

TWITTER mengumumkan akan melarang semua iklan politik dari seluruh dunia dengan mengatakan bahwa jangkauan pesan semacam itu harus diperoleh bukan dibeli.

"Sementara periklanan internet sangat kuat dan sangat efektif untuk pengiklan komersial, kekuatan itu membawa risiko yang signifikan bagi politik," ujar CEO perusahaan Jack Dorsey di Twitter.

Berlawanan, pesaing Twitter, Facebook, baru-baru ini mengesampingkan larangan iklan politik.

Berita larangan Twitter membelah kubu politik Amerika Serikat (AS) menuju kompetisi pemilihan umum 2020.

Baca juga: Layanan Digital di Indonesia Mayoritas Milik Asing

Brad Parscale, manajer kampanye pemilihan kembali Presiden Donald Trump, menyebut larangan itu sebagai upaya dari kalangan kiri untuk membungkam Trump dan kaum konservatif.

Tetapi, Bill Russo, juru bicara kampanye untuk calon terdepan Demokrat Joe Biden, mengatakan, "Ketika dihadapkan dengan pilihan antara dolar iklan dan integritas demokrasi kita, langkah itu menunjukkan bahwa uang bukalah segalanya."

Larangan akan diberlakukan mulai 22 November dengan rincian lengkap dirilis pada 15 November.

Iklan politik internet, kata Dorsey, menyajikan tantangan yang sama sekali baru untuk wacana sipil.

Menanggapi argumen kebijakan baru itu mungkin dipandang mendukung para pemimpin yang sudah berkuasa, Dorsey menekankan banyak gerakan sosial mencapai skala besar tanpa iklan politik. (BBC/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More