Kamis 31 Oktober 2019, 06:00 WIB

Warga Lansia Dilatih Piawai Berkendara

(Ida/S-3) | Otomotif
Warga Lansia Dilatih Piawai Berkendara

MI/IDA FARIDA
Warga Lansia Dilatih Piawai Berkendara

SEBANYAK 15 warga lanjut usia (lansia) berumur sekitar 70-an duduk dengan rapi mendengarkan secara saksama penjelasan terapis dari Japan Physical Therapist Association di outlet Daihatsu Funae yang terletak di Prefektur Mie, Jepang, Kamis (24/10). Para warga lansia itu ialah peserta program Aging Society & Community Vitalization, yang merupakan salah satu kegiatan corporate social responsibility (CSR) Daihatsu Motor Company (DMC) untuk membantu pemerintah Jepang agar para warga lansia tetap aktif dalam keseharian, terutama dalam berkendara.

Sekitar 17 jurnalis dari Indonesia berkesempatan menyaksikan secara langsung kegiatan healthy and safe driving lecture itu di outlet Daihatsu Funae. Kehadiran jurnalis di Negeri Sakura ini dalam rangkaian menghadiri perhelatan akbar Tokyo Motor Show 2019 yang digelar di Tokyo pada 24 Oktober-4 November 2019.

Setelah mendengarkan penjelasan para terapis, kegiatan diawali dengan pengecekan kesehatan secara cuma-cuma. Kemudian, penilaian kekuatan fisik melalui pengukuran daya tahan berdiri dengan satu kaki dan diakhiri dengan latihan mengikuti instruksi kemampuan kognitif.

Mereka juga mendapatkan pelatihan fisik untuk mengendurkan otot-otot tubuh dari kepala hingga kaki sehingga mereka mampu mengendarai kendaraan dalam kondisi fisik prima.

Bukan cuma itu, peserta juga mendapat panduan berkendara secara aman dari instruktur berpengalaman Japanese Automobile Federation (JAF). Panduan itu berupa antisipasi bahaya blind spot, postur berkendara yang baik, serta mendapatkan pengalaman berkendara aman dengan Daihatsu safety assist system.

Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, yang menyaksikan program itu mengaku kagum dengan kondisi fisik para warga lansia di Jepang. "Mereka terlihat memiliki fisik yang sangat prima meskipun sudah lansia. Itu karena mereka mandiri sehingga tetap aktif dalam beraktivitas," tutur Amelia.

Menurut President of Mie Daihatsu Sales, Hayashi, program CSR Daihatsu itu dilaksanakan untuk membantu pemerintah dalam mengatasi masalah sosial, yakni semakin menuanya struktur umur penduduk dan tingkat kelahiran yang rendah.

"Dalam 10 tahun kami menghadapi problem sosial itu. Persoalan lain dari problem sosial itu ialah tingginya angka kecelakaan pada warga lansia," ujar Hayashi di depan jurnalis dari Indonesia.

Problem sosial itu, lanjutnya, menyebabkan peningkatan biaya asuransi keamanan akibat tingginya angka kecelakaan dan memicu penyakit demensia pada warga lansia.

Dilaksanakan sejak 2016, aktivitas itu melibatkan 1.200 penduduk lokal di empat outlet Daihatsu di Jepang. Program ini akan terus berlanjut hingga mencapai 37 outlet sampai akhir 2019. "Kami ingin memberi pengalaman berkesan melalui ikatan yang kuat antara Daihatsu dan pelanggannya melalui kampanye health & safe driving lecture ini." (Ida/S-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More