Kamis 31 Oktober 2019, 05:00 WIB

IPK bukan lagi Parameter Utama Dunia Kerja

(Bay/H-3) | Humaniora
IPK bukan lagi Parameter Utama Dunia Kerja

ist
(ki-ka) Agung Binantoro - Direktur Eksekutif Rajawali Foundation, Tiomega Gultom - Kepala Subdirektorat Penyelarasan Kebutuhan Kerja,

 

INDEKS prestasi kumulatif lulusan bukan lagi menjadi prioritas bagi perusahaan dalam menggaet sumber daya manusia. Kepala Subdirektorat Penyelarasan Kebutuhan Kerja, Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN, Tiomega Gultom, menyebutkan pihaknya mengembangkan Pusat Pengembangan Karir atau Career Development Center di perguruan tinggi (PT) untuk mengembangkan keterampilan dan soft skill.

"Kami melakukan stimulasi bagi perguruan tinggi mendirikan pusat karier yang memperkenalkan mahasiswa dengan keterampilan dan soft skill, seperti kemampuan kerja sama, kedisiplinan, komunikasi, dan leadership, serta media sosial yang dimiliki," jelas Tiomega dalam peluncuran platform Rencanamu, Mendukung Program Siap Kerja, di Jakarta, Rabu (30/10).

"Platform Rencanamu dirancang memberikan pendekatan teknologi dan soft skill kepada generasi Z membutuhkan akselerasi dan pengembangan talenta," imbuh Cofounder Rencanamu Najeela Shihab dalam kesempatan yang sama. Bonus demografi, lanjutnya, harus disikapi dengan menyiapkan generasi muda produktif yang berperan mendorong transformasi bangsa menuju generasi emas di 2045. (Bay/H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More