Kamis 31 Oktober 2019, 03:20 WIB

Trotoar Paseban, belum Kelar sudah Ambyar

Trotoar Paseban, belum Kelar sudah Ambyar

MI/Subarkah
Trotoar Paseban

 

LANGKAH Sofyan Purba, 24, tampak tertatih saat berjalan di atas trotoar di depan Pasar Paseban (PP), Senen, Jakarta Pusat. Bagaimana tidak? Di saat Matahari sedang terik-teriknya, ia harus memikul dua kardus dagangannya.

Hal itu diperparah dengan kondisi trotoar yang belum benar-benar kelar. Ini terlihat dari lembaran besi yang bertumpuk di atasnya.

Selain besi, ada beberapa sepeda motor yang parkir di sana.

Ambyar. Mungkin itu satu kata yang mampu mendeskripsikan keadaan trotoar di depan PP.

Sofyan hanya bisa pasrah. "Ya mau diapain lagi, urusan pemerintah lah. Harapan saya, semoga trotoar ini cepat jadi dan parkirnya ditertibin," kata Sofyan di PP Senen, Selasa (29/10).

Seorang juru parkir PP yang enggan disebutkan namanya mengaku tak punya pilihan untuk mengatur puluhan motor tersebut.

"Kalau di depan ini karena (trotoar) belum jadi. Kita pakai dulu, tapi setelah jadi sih, enggak bisa karena trotoar kan emang nggak bisa buat parkir. Ini inisiatif anggota aja. Kan kalau siang enggak ada pengerjaan. Jadi, kita maksimalkan aja," paparnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo enggan berkomentar banyak tentang hal ini. "Nanti saya koordinasikan dengan Pol PP (Polisi Pamong Praja)," katanya di Kantor DPRD DKI Jakarta.

Sementara itu, Kasatwil Pol PP Kecamatan Senen Sunaryo mengatakan bahwa pihaknya tidak menoleransi motor-motor yang parkir di atas trotoar.

"Oh enggak ada. Sebetulnya mulai dari parkirnya, pedagangnya kita angkut terus. Enggak ada toleransi. Enggak ada yang ngasih kebijakan. Trotoar harus clear," tegas Sunaryo.

Namun, kewenangan Pol PP tidak banyak. "Dalam melakukan penindakan, kami harus selalu berkoordinasi dengan Dishub. Kita akan lakukan OCP (operasi cabut pentil) dan angkut jaring," lanjutnya.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan kebijakan untuk mengantisipasi penyerobotan trotoar oleh pihak lain selain pejalan kaki.

"Artinya harus ada pengawasan. Jangan sampai sudah dibangun pakai anggaran besar malah jadi sia-sia," ungkapnya ketika dihubungi, Selasa (29/10).

Oleh karena itu, Ida akan mendalami konsep penataan trotoar yang melibatkan penempatan pedagang kaki lima dan usaha kecil menengah bersama dengan Dinas Bina Marga dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas APBD Sementara 2020. (*/put/J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More