Kamis 31 Oktober 2019, 03:00 WIB

Anies Akui Ada Masalah Sistem Digital Anggaran

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Anies Akui Ada Masalah Sistem Digital Anggaran

ANTARA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui bahwa ada kesalahan input data terkait dengan usulan anggaran pembelian lem aibon yang mencapai Rp82 miliar. Hal itu ramai diperbincangkan setelah anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, William Aditya Sarana, membeberkan hal tersebut di media sosial.

"Ini ada problem sistem digital. Sistemnya digital, tapi tidak smart. (Seharusnya) smart system bisa melakukan pengecekan. Dia bisa melakukan verifikasi, dia bisa menguji. Nah, ini sistemnya digital masih mengandalkan manual," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, dengan alasan seperti itu masih bisa dimungkinkan ada kesalahan input data dalam menganggarkan keperluan belanja alat tulis kantor Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat.

"Nah, problem ini hampir muncul tiap tahun. Coba saja Anda lihat setiap tahun pasti ada. Kita akan koreksi pasti sistemnya karena selama ini sistemnya masih mengandalkan manual dan pengecekannya manual, padahal ada puluhan ribu item (usulan anggaran)," jelas Anies.

Anies menilai dengan terkuaknya permasalahan anggaran lem aibon yang fantastis, publik bisa mengetahui permasalahan tersembunyi tersebut. Ke depan, ia pastikan tidak ada kesalahan salah input data usulan anggaran yang tidak masuk akal tersebut.

"Keriuhan ini menurut saya baik sehingga publik tahu selama ini ada masalah tersembunyi yang enggak pernah terkuak. Kalau mengandalkan orang untuk koreksi manual dengan jumlah sebanyak ini di mana pun, potensi ada (kesalahan) yang lolos itu tinggi. Karena itu, ini akan diubah, tak akan dibiarkan begitu saja. Lets do it in a smart way," tandas Anies.

 

Cari panggung

Terkait dengan ramainya masalah ini setelah anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, William Aditya Sarana, memberkannya di media sosial, Anies menganggap hanya mencari panggung saja.

"Sebelum mereka (PSI) ngomong, saya sudah bicara, kita review. Bedanya saya tidak manggung. Bagi orang-orang baru (ingin) manggung. Ini adalah kesempatan beratraksi. Lo, kalo saya itu bukan, saya memperbaiki sistem, bukan mencari perhatian," kata Anies.

Anies mengatakan setiap tahunya ada masalah terkait dengan kesalahan input data anggaran. Ia berdalih bahwa dirinya sudah mengecek kesalahan mana saja yang harus diperbaiki datanya. Namun, ia sengaja tidak memberitahukan ke publik.

"Saya kerjakan satu-satu, cuma saya ini enggak berpanggung. Saya lihatin, tim kita mereview semuanya. Saya tunjukkan keanehan-keanehan (usulan anggaran) itu. Namun, saya tidak umumkan keluar karena memang saya mau koreksi. Ini tidak boleh begini terus. Kalau diumumkan menimbulkan kehebohan," jelas Anies.

Selain anggaran lem aibon tersebut, Fraksi PSI Jakarta juga menemukan adanya usulan anggaran pengadaan ballpoint sebesar Rp124 miliar oleh Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian akan berkomunikasi dengan Gubernur Anies Baswedan ihwal polemik anggaran lem aibon dalam rencana Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 senilai Rp82 miliar.

"Nanti saya komunikasikan dengan Pak Gubernur, saya kan baru, nanti saya bicara ke Pak Anies, Pak Prasetyo (Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi)," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, saat ada anggaran yang dinilai bermasalah, masih ada forum internal untuk pembahasannya dan masih bisa diperbaiki.

"Kan masih ada mekanisme internal di sana. Ada inspektoratnya, ada kajian di DPRD-nya. Kita belum mengintervensi sampai ke sana dulu," kata Tito. (Mal/Put/J-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More