Rabu 30 Oktober 2019, 21:50 WIB

Kabinet Baru Memberi Harapan Baru Industri Properti

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Kabinet Baru Memberi Harapan Baru Industri Properti

ANTARA/Dhemas Reviyanto
Seorang warga beraktivitas dengan latar belakang gedung perkantoran di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019).

 

BERAGAM pekerjaan rumah sudah menanti Kabinet Indonesia Maju. Para pelaku bisnis pun sangat menanti hadirnya kebijakan baru, terutama terkait industri properti.

Pasalnya hingga kuartal III 2019, industri ini masih mengalami perlambatan. Padahal antara pemerintah dan otoritas terkait seperti BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan kelonggaran kepada perbankan dalam menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Baca juga: Punya Efek Pengganda, Menkeu Ingin Sektor Properti Tumbuh

“Dua kementerian yang terkait industri properti yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang tidak mengalami pergantian Menteri. Kita bisa berharap akan ada kelanjutan dari berbagai kebijakan kementerian yang selama ini sudah berjalan baik, bisa berlanjut di periode yang mendatang,” ujar Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan dalam siaran persnya, Rabu (30/10).

Ike pun mengharapkan kinerja kabinet baru bisa menggairahkan kembali industri properti di Indonesia setelah sekian lama mengalami pertumbuhan yang stagnan atau cenderung landai.

Adanya perlambatan pertumbuhan industri properti Tanah Air  tercermin dari Rumah.com Property Market Index yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan suplai properti tahunan secara nasional pada Q3 tahun 2019 ini, yaitu turun sebesar 4% ketimbang Q3 pada 2018 lalu (year-on year).

Sementara itu jika dibandingkan dengan Q2 2019 terjadi kenaikan suplai properti sebesar 28% (quarter-on-quarter).

Untuk menggenjot industri properti agar kembali bergairah salah satunya melalui pembangunan infrastruktur. Pemerintahan Presiden Joko Widodo sendiri menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu dari lima fokus yang akan dikerjakan dalam lima tahun ke depan.

Pentingnya pembangunan infrastruktur untuk menggairahkan industri properti ini tercermin pada hasil Rumah.com Property Affordability Sentiment Index paruh kedua 2019.

Dekatnya jarak dari tempat tinggal menuju tempat kerja dan transportasi massal menjadi faktor utama yang menentukan keputusan membeli properti.

Sebanyak 65% responden yang memilih kedekatan jarak menuju tempat kerja dan 60% responden yang memilih kedekatan jarak menuju transportasi massal sebagai penentu keputusan untuk membeli properti.

Rumah.com Property Affordability Sentiment Index ini adalah survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh Rumah.com bekerjasama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura.

Hasil survei kali ini diperoleh berdasarkan 952 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan hingga akhir Juni lalu.

Dengan hadirnya Kabinet Indonesia Maju, pelaku industri properti berharap adanya sinergi dan relaksasi dalam hal regulasi. Baik dari sisi kebijakan pemerintah maupun perbankan. Tentu merupakan kerja bersama seluruh pihak yang berkontribusi untuk meningkatkan daya serap pasar.

“Pada periode Kabinet Indonesia Maju ini kami berharap pemerintah membuat terobosan kebijakan yang dapat mendorong pertumbuhan industri properti di Tanah Air. Apalagi, kinerja sektor properti tahun depan diprediksi masih sangat menantang karena dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global,” pungkas Ike. (Try/A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More