Rabu 30 Oktober 2019, 19:45 WIB

Program Akselerator UI Works Jadi Jembatan Startup ke Investor

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Program Akselerator UI Works Jadi Jembatan Startup ke Investor

Dok. UI
Wakil Rektor bidang Sumber Daya Manusia & Kerjasama UI Dedi Priadi mencoba startup ATM Sehat

 

UNIVERSITAS Indonesia menyelenggarakan acara puncak Program Akselerator UI Works dan Pameran Produk Inovasi & Hasil Riset Universitas Indonesia, di Financial Hall, Jakarta, Rabu, (30/10).

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor bidang Sumber Daya Manusia & Kerjasama UI Dedi Priadi. Acara berupa Demo Day ini mempersiapkan para pengusaha rintisan (startup) untuk pitching di depan para calon investor.

Direktur Pengelolaan dan Pengembangan Unit-unit Usaha UI,Nia Ayu Ismaniati Noerhadi, sekaligus penanggung jawab dan penggagas program mengatakan, Akselerator UI Works menjalankan serangkaian acara pembinaan akselerasi bisnis startup yang berlangsung selama 3 (tiga) bulan, sebagai lanjutan dari program inkubasi yang telah dijalankan di UI.

Tujuannya agar UI menciptakan suatu ekosistem startup sehingga mampu mengakomodasi perkembangan enterpreneurial yang sekarang sedang berkembang dengan sangat cepat.

"Perusahaan rintisan biasanya sulit mendapatkan modal, karena investor ingin menanamkan modal di usaha-usaha yang sudah berjalan dan terlihat hasilnya," ujar Nia dalam acara puncak Program Akselerator UI Works seperti dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga : Pemerintah Dukung Pengembangan Startup di Indonesia

Perusahaan rintisan juga memiliki risiko yang tinggi. Kalaupun ada investor yang mau menanamkan modalnya, maka itu semata-mata untuk membantu perusahaan rintisan itu berkembang.

"Oleh karenanya, perusahaan rintisan ini membutuhkan angel investor yang menanamkan modalnnya semata-mata untuk mendukung perusahaan rintisan itu. Intinya perusahaan rintisan itu punya potensi dan perlu untuk didukung," katanya.

Untuk batch pertama ini, lanjut Nia, UI bekerjasama dengan Code Margonda, yang telah berpengalaman membina startup. Peserta Batch pertama terdiri dari 15 startup terbaik dari 86 pendaftar yang berasal dari seluruh Nusantara.

Kelima belas startup terpilih dibagi menjadi 3 kategori, yaitu Kategori engineering/science, digital platform dan consumer product.

Setelah mendapatkan pembinaan dari para mentor yang berasal dari berbagai industri, seperti Gojek, Plug and Play, Google Indonesia, Mandiri Capital, Kejora Ventures, Binar Academy, Kitabisa.com, serta memperoleh “legal advisory” dari Assegaf, Hamzah & Partners, dan lain-lain. Mereka juga dikurasi secara intensif, agar siap presentasi di hadapan para “angel investors”.

Baca juga : Startup Properti Indonesia Menangi AETP yang Digelar Swiss

Pada puncak kegiatan ini juga dipamerkan hasil-hasil riset dari Universitas Indonesia yang telah siap dihilirisasi untuk memasuki dunia industri, yang umumnya hasil riset mereka telah memasuki tahapan TRL (Technology Readiness Level) di atas 7, baik yang berbasis teknologi maupun digital platform, ataupun industri kreatif.

Program Akselerator UI Works ini diharapkan dapat memacu dan menginspirasi startup secara nasional sehingga lebih siap memasuki dunia industri.

"Harapannya program ini dapat berlangsung terus menerus sehingga meningkatkatn hubungan antara akademisi, pengusaha rintisan, industri serta pemerintah sebagai pembuat kebijakan," kata Nia. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More