Rabu 30 Oktober 2019, 19:05 WIB

PKS soal NasDem: Perbedaan Politik Bukan Berarti Bermusuhan

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
PKS soal NasDem: Perbedaan Politik Bukan Berarti Bermusuhan

Antara
Ketua Umum NasDem Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden PKS Sohibul Iman

 

PRESIDEN DPP PKS Shohibul Iman menegaskan bahwa silaturahmi dengan elite DPP Partai NasDem merupakan ikhtiar untuk menjaga demokrasi. Pasalnya seluruh anggota DPR dari partai manapun dan dengan sikap politik apapun, pendukung pemerintah maupun oposisi, merupakan penyeimbang pemerintah.

"Saya jelaskan dalam sistem presidensil rakyat memberi mandat kepada dua pihak yg berbeda, pertama untuk menjalankan pemerintahan lewat Pilpres kepada Presiden, yang kedua lewat Pileg kepada anggota DPR untuk mengontrol pemerintahan. Maka DPR di hakikatnya penyeimbang bagi pemerintah," jelasnya di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Rabu (30/10).

 

Baca juga: Bersama PKS, NasDem ingin Jadi Mitra Kritis ke Pemerintah

 

Pada kesempatan itu, hadir Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh ditemani jajaran DPP Partai NasDem seperti Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Jhonny G Plate, Bendahara Umum DPP Ahmad Ali, Ketua DPP Rachmat Gobel, dan anggota Majelis Tinggi NasDem Lestary Moerdijat. Kemudian rombongan DPP NasDem yang datang dengan menumpangi bus NasDem itu disambut oleh Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, Presiden PKS Sohibul Iman, Sekjen PKS Mustafa Kamal dan Ketua DPP PKS Pipin Sopian.

Menurut Shohibul, semua wakil rakyat dari partai apapun di parlemen berada dalam satu garis yang sama yakni menjadi pengawas bagi pemerintah. Dengan begitu DPR akan selalu mengkritisi kebijakan yang dipandang kurang baik.

Namun kata dia, NasDem dan PKS ketika melancarkan kritik terhadap pemerintah pasti akan berbeda. Pasalnya NasDem akan tetap melandaskannya pada komitmen politik sebagai pendukung pemerintah sementara PKS sebagai oposisi.

"Tapi sudah barang tentu partai yang di DPR tapi juga memiliki fungsionarisnya di kabinet akan bertindak berbeda dengan kami PKS yang tidak memiliki wakil di kabinet. Karena itu menurut saya kalau nanti Bang Surya dan pasukannya itu kritis kepada pemerintah saya kira tetap disadari oleh kesadaran bahwa NasDem ada di dalam pemerintahan," paparnya.

Menurut dia, NasDem dan PKS ingin menghancurkan stigma buruk dari situasi saat ini yakni mengenai perbedaan politik berarti bermusuhan.  "Maka pertemuan ini ada," katanya.

Ia juga mengatakan pertemuan antara dua jajaran elit NasDem dan PKS kali ini merupakan kelanjutan dari silaturahmi yang sudah berjalan lama yakni sejak sebelum Pemilu 2019. Namun ia menepis soal  kesepakatan politik praktis seperti untuk menghadapi Pilkada 2020.

"Boro-boro Pilpres 2024 Pilkada 2020 saja tidak disinggung sama sekali. Tapi insya Allah dalam perjalanan nanti menjadi agenda yang bisa kita bicarakan bersama," pungkasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More