Rabu 30 Oktober 2019, 15:25 WIB

Dompet Dhuafa Resmikan 200 Zona Layanan Baru di 34 Provinsi

mediaindonesia.com | Humaniora
Dompet Dhuafa Resmikan 200 Zona Layanan Baru di 34 Provinsi

Istimewa
Acara peluncuran 200 zona layanan baru Dompet Dhuafa yang tersebar di 34 provinsi di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (30/10)

 

LEMBAGA filantropi Dompet Dhuafa meluncurkan 200 zona layanan baru yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia. . Langkah tersebut merupakan upaya untuk terus meluaskan sebaran manfaat dalam program-program kemanusiaan.

Dompet Dhuafa didirikan untuk memberdayakan dan mengangkat kaum duafa, memutus rantai kemiskinan dan membantu sesama manusia yang dalam kesulitan. Maka, Dompet Dhuafa membutuhkan perluasan jaringan baik dalam mengakomodasi kebaikan masyarakat maupun sebaran manfaat program.

Dalam acara peluncuran di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (30/10), Nasyith Majidi selaku Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa mengatakan, langkah tersebut sebagai salah satu wujud kebahagiaan atas nikmat Allah.

"Dompet Dhuafa ikut berpartisipasi dalam pengentasan kemiskinan," ujar Nasyith Majidi. Menurut Nasyith, pembukaan zona layanan akan terus berkembang.

Selama 26 tahun perjalanan, Dompet Dhuafa telah berhasil mengoptimalkan kepercayaan dana publik sebesar Rp2,66 triliun.

"Alokasi penyaluran mencapai 90% dan penerima manfaat mencapai 19,3 juta jiwa. Hadirnya 200 zona layanan diharapkan dapat terus menebar keberkahan lebih luas lagi," tutur Nasyith.

Dalam menjalankan tugas-ugas tersebut, Dompet Dhuafa tidak dapat sendirian. Dompet Dhuafa menjalin kolaborasi dengan donatur, pemerintah, stakeholder, praktisi, dan semua yang bergabung dalam semangat kebaikan, menjadi peluas jaringan, serta sebaran manfaat.

Nasyith mengatakan, di era 4.0, Dompet Dhuafa meyakini banyak orang ingin terlibat dalam kebaikan. Terutama untuk membantu orang lain. Kemudian saat mengeIola permasalahan kemiskinan dan kemanusiaan, harus melibatkan banyak pihak.

"Sekarang ini adalah zaman keterhubungan, maka digitalisasi menjadi penting untuk menguatkan kanal penghimpunan. Seperti lahirnya bawaberkah.org dan MUMU Apps sebagai payment gateway di Dompet Dhuafa. Sehingga dengan semakin luasnya jaringan dan pendekatan digital, maka semakin luas pula Dompet Dhuafa dalm mengintervensi problematika kemiskinan di negeri ini,” jelas Nasyith.

Perluasan 200 zona layanan di 34 provinsi, menjadi percepatan Dompet Dhuafa dalam mengentaskan kemiskinan. Karena di data BPS, kemiskinan di Maret 2019 masih mencatatkan angka 9,41%, menurun 0,25% poin terhadap September 2018 dan menurun 0,41% poin terhadap Maret 2018.

Jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 sebesar 25,14 juta orang, menurun 0,53 juta orang terhadap September 2018 dan menurun 0,80 juta orang terhadap Maret 2018.

Langkah menghadirkan ruang kolaborasi 200 zona layanan atau dalam nomenklatur dikenal dengan sebutan cabang, menjadi desain dari pola kolaborasi lembaga dan organisasi Iegal untuk terlibat, serta berperan membantu orang Iain, dalam konteks ini adalah duafa.

Para pihak yang tergabung dalam 200 zona layanan, tentu memiliki keunggulan spesifik masing-masing. Langkah tersebut turut menumbuhkan pola-pola di masyarakat dalam mengatasi kemisklnanan.

"Semangat kolaborasl 200 zona layanan selain dalam intervensi problematika kemiskinan, juga menguatkan lembaga lain untuk bertumbuh membantu sesama," jelasnya.

"Setelah mengantongi sejumlah prasyarat seperti portofolio fundrising, tata kelola keuangan, penyaluran dalam bentuk program, bersedia menerapkan value-value Dompet Dhuafa, lembaga atau organisasi tersebut dapat bergabung dalam zona layanan," kata Nasyith. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More