Rabu 30 Oktober 2019, 14:59 WIB

Kelapa Sawit Jadi Bahasan untuk Gelaran Hannover Messe

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Kelapa Sawit Jadi Bahasan untuk Gelaran Hannover Messe

ANTARA FOTO/FB Anggoro
Pekerja mengangkut tandan buah segar kelapa sawit hasil panen di PT Ramajaya Pramukti di Kabupaten Siak

 

SEJUMLAH menteri melakukan rapat koordinasi di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Rabu (30/10), membahas soal ajang tahunan Hannover Messe yang akan diselenggarakan April 2020 di Jerman.

Menteri yang hadir memenuhi rakor tersebut di antaranya Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Mendag Agus Suparmanto menyebut dalam rakor dibahas soal pemanfaatan kelapa sawit yang akan dibawa ke ajang Hannover Messe 2020.

"Potensi sawit sangat tinggi. mungkin nanti ada program sustain palm oil ya. Itu salah satu dengan event tersebut," ujarnya usai melakukan rakor.

Hal itu, kata Agus, sesuai dengan visi dan misi Presiden Joko Widodo untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Lapangan pekerjaan dapat terbuka melalui investor yang diharapkan datang setelah gelaran Hannover Messe.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan gelaran tersebut akan dimanfaatkan Indonesia untuk mengenalkan kelapa sawit dan memperbaiki citranya.

"Ini sebuah event yang bagus untuk ajang kita bernegosiasi dan juga membuat persepsi positif untuk kelapa sawit," ungkap Erick.

Baca juga: Indonesia Bawa Lima Sektor Industri di Hannover Messe 2020

Hal itu diharapkan mampu memperbaiki persepsi Eropa tentang kelapa sawit. Indonesia, lanjut Erick, ingin menunjukkan citra positif dari kelapa sawit.

Senada, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku diberi tugas melakukan diplomasi ekonomi melalui gelaran Hannover Messe itu.

Diplomasi yang akan dilakukan tentu diupayakan mengedepankan kepentingan nasional.

"Kita tidak akan menegosiasikan sesuatu yang merugikan kepentingan nasional kita," tuturnya.

Selain itu, melalui kewenangannya, Menlu diminta memperkuat pasar tradisional dan menerobos pasar-pasar non-tradisional. Hal itu diakui Retno, telah dilakukan di Afrika dan akan menerobos wilayah Karibia, Pasifik, Timur Tengah dan Asia Selatan pada tahun ini.

"Kemudian kita juga diminta mengkapitalisasi pasar domestik kita yang besar. Jadi jangan sampai pasar domestik ini hanya akan dijadikan pasar oleh negara lain," tandasnya.

Sementara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengaku diberi tugas baru untuk merancang dan menyelenggarakan rangkaian acara Honnver Messe.

"Nanti kemenpar yang melaksanakan opening, ceremony, ya mudah-mudahan bisa bikin bangga Indonesia," cetusnya.

Saat ini, ia mengaku tengah mencari konsep unik untuk meramaikan pameran tersebut. Wishnu tak ingin konsep yang dipakai sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Temen-temen mau survei ke sana supaya bisa kebayang permasalahan teknisnya, anggarannya, kita kan mesti tahu. Sekarang kan baru dapat gambar, foto-foto dan anggaran tahun-tahun sebelumnya. Saya sampaikan ke pak menko perekonomian, kalau kita buat ya harus lebih unik dari yang pernah ada," pungkasnya.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto sewaktu menjabat Menteri Perindustrian menyebutkan Indonesia akan membawa lima sektor industri unggulan ke gelaran Hannover Messe 2020.

Lima sektor industri unggulan itu yakni otomotif, elektronik, tekstil, kimia serta makanan dan minuman yang tengah berproses di 4.0.

Hannover Messe merupakan pameran tahunan terbesar di bidang teknologi industri. Ajang tersebut memliki fokus pada isu terkait dengan industrial automation and IT (Industry 4.0), energy and enviromental technologies, energy efficiency, research and technology transfer, robotics, dan lainnya. Pameran ini dimanfaatkan para partisipan untuk meningkatkan ekspor serta menarik Foreign Direct Invesment (FDI).

Orientasi gelaran itu yakni untuk menggenjot ekspor dan invstasi. Selain lima sektor industri unggulan tersebut, Indonesia akan mendorong sektor lain agar dilirik oleh negara lain.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More