Rabu 30 Oktober 2019, 12:46 WIB

Inggris Tetapkan Pemilu 12 Desember Menyusul Kebuntuan Btexit

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Inggris Tetapkan Pemilu 12 Desember Menyusul Kebuntuan Btexit

AFP/Paul Grover
anggota parlemen mendukung seruan Perdana Menteri (PM) Boris Johnson untuk pemilu setelah berbulan-bulan kebuntuan Brexit.

 

INGGRIS dijadwalkan untuk mengadakan pemungutan suara pada 12 Desember setelah anggota parlemen mendukung seruan Perdana Menteri (PM) Boris Johnson untuk pemilu setelah berbulan-bulan kebuntuan Brexit.

Dengan selisih 438 suara terhadap 20, Majelis Rendah (House of Commons) menyetujui undang-undang yang membuka jalan untuk pemilu pada Desember pertama sejak 1923.

RUU ini masih harus disetujui oleh Majelis Tinggi (House of Lords) tetapi bisa menjadi hukum pada akhir minggu.

Jika itu terjadi, akan berlangsun proses kampanye lima minggu hingga hari pemungutan suara.

Johnson mengatakan masyarakat harus diberi pilihan atas masa depan Brexit dan negara itu.

Johnson berharap pemilu akan memberinya mandat baru untuk kesepakatan Brexit-nya dan memecah kebuntuan Parlemen saat ini, yang menyebabkan perceraian Inggris ditunda lebih lanjut dari 31 Oktober menjadi 31 Januari 2020.

"Sudah waktunya bagi negara untuk bersatu menyelesaikan Brexit," ujar Johnson saat meninggalkan pertemuan Komite Konservatif 1922 yang diadakan beberapa menit setelah pemungutan suara.

Sementara pemimpin oposisi dan Partai Buruh, Jeremy Corbyn, mengatakan, "Pemilu ini adalah kesempatan sekali dalam satu generasi untuk mengubah negara kita dan mengatasi kepentingan pribadi yang menyandera rakyat."

Dia mengatakan partainya akan meluncurkan kampanye paling ambisius dan radikal untuk perubahan nyata yang pernah dilihat negara.

Tetapi beberapa anggota parlemen Partai Buruh telah menyatakan kekhawatiran mengenai waktu pemilu, percaya hanya referendum lain yang dapat menyelesaikan pertanyaan Brexit untuk selamanya.

Lebih dari 100 anggota parlemen Buruh tidak ambil bagian atau abstain dalam pemungutan suara penting, Selasa (29/10, sementara 11 lainnya memilih menentang. Sebanyak 127 anggota parlemen Buruh, termasuk Corbyn, mendukung pemilu. (AFP/BBC/Hym/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More