Rabu 30 Oktober 2019, 08:10 WIB

Mahasiswa Didorong Kedepankan Toleransi Aktif

Syarief Oebaidillah | Politik dan Hukum
Mahasiswa Didorong Kedepankan Toleransi Aktif

MI/Susanto
Menristek/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro.

 

KALANGAN mahasiswa diharapkan bisa mengimplementasikan dan mengawal Pancasila dalam konteks kekinian dengan mengamalkan toleransi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Mahasiswa diminta bersikap toleransi aktif dengan menempatkan warga bangsa mempunyai kedudukan setara," kata Menristek/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro di Jakarta, kemarin.

Bambang berharap seluruh mahasiswa dan masyarakat bisa memahami prinsip kesetaraan warga negara di depan hukum yang memiliki hak dan tanggung jawab bagi bangsa dan negara.

Ia membandingkan dengan negara Amerika  Serikat sebagai negara termaju dunia memberikan kesetaraan bagi warga negaranya untuk mencapai cita-cita atau American Dreams. "Sehingga setiap warganya bekerja keras mencetak sukses membangun bangsanya."

Bambang juga mengharapkan semua pihak, terutama generasi muda Indonesia saat ini terlibat aktif untuk mewujudkan salah satu mimpi Indonesia, yakni menjadi negara maju pada 2045.

Selain itu, para mahasiswa diharapkan bisa menyerap nilai-nilai Pancasila saat menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 dan ekonomi digital. "Jadi, intinya kita harus membawa penerapan nilai Pancasila dalam konteks kekinian," cetus Bambang.

Bambang juga mendorong mahasiswa melakukan riset atau penelitian yang menghasilkan karya yang kreatif dan inovatif yang tidak saja bermanfaat bagi pribadi, tapi juga bagi masyarakat. "Jadilah kalian sebagai pemimpin yang memberi solusi," tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariono menambahkan, Pancasila merupakan dasar negara Indonesia untuk ideologi masa depan. Pasalnya, masa depan merupakan milik generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa. "Pancasila sebagai ideologi memberi harapan dan masa depan membawa kita untuk bersatu," cetusnya.

Terpisah, Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan pihaknya akan mendahulukan dengan cara imbauan untuk menekan radikalisasi.

"Oh tadi saya sudah menggarisbawahi, kita dahulukan tetap saja dengan cara mengimbau. Kalau mengimbau enggak kena, ya kan kita kerja sama juga semua dengan aparat hukum,'' ujarnya. (Bay/Rif/P-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More