Rabu 30 Oktober 2019, 00:24 WIB

Penyandang Disabilitas Apresiasi Dewan Pers

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Penyandang Disabilitas Apresiasi Dewan Pers

Antara/Iggoy El Fitra
Eva Rahmi Kasim (berkursi roda)

 

LANGKAH Dewan Pers yang meminta kalangan pers memberikan perhatian lebih besar pada pemberitaan kalangan penyandang disabilitas atau difabel mendapat apresiasi.

Pendiri Pusat Kajian Disabilitas Universitas Indonesia Eva Rahmi Kasim mengatakan imbauan Dewan Pers itu merupakan langkah positif untuk menghormati hak-hak penyandang disabilitas.

"Saya sangat mengapresiasi upaya Dewan Pers ini. Saya setuju, fungsi pers tidak hanya memberi informasi, tetapi juga edukasi. Sudlah saatnya, pers menampilkan sosok penyandang disabilitas sama seperti warga non-disabilitas," kata Eva yang juga penyandang disabilitas kepada Media Indonesia.

Baca juga : Mendidik Kaum Disabilitas Masyarakat Prasejahtera

Eva yang juga Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial di Kementerian Sosial itu menegaskan, penyandang disabilitas juga bisa,dan berhak untuk berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan.

Penyandag Disabilitas juga bisa menjadi pemimpin dan pengambil keputusan penting.

Dia melihat, stigma terhadap penyandang disabilitas yang dianggap tidka punya kemampuan, sehingga ketika ada penyandang disabilitas yang berhasil, dianggap sebagai hal luar biasa, masih terjadi.

"Justru, harusnya, pers mengedukasi masyarakat bahwa penyandang disabilitas memang memiliki keterbatasan terkait fungsi fungsi pendengaran, gerak atau bicara atau dalam mengingat, tetapi keterbatasan dan hambatan dapat diminimalisasi atau bahkan dihilangkan dengan memberikan akses dan kesempatan sama juga akomodasi yang layak," pungkas Eva jebolan FISIP UI yang meraih gelar Master dari Disability Studies Faculty Health and Behavior Deakin University, Melbourne Australia. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More