Selasa 29 Oktober 2019, 21:00 WIB

Mahasiswa Perlu Lebih Serius Lawan Radikalisme

mediaindonesia.com | Humaniora
Mahasiswa Perlu Lebih Serius Lawan Radikalisme

Dok. GMKI
Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Korneles Galanjinjinay

 

INFILTRASIi paham radikal ke dalam dunia kampus dinilai menjadi salah satu masalah utama bagi pemuda dan mahasiswa Indonesia saat ini.

Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Korneles Galanjinjinay menilai mahasiswa dan pemuda harus bersatu kembali kepada spirit Sumpah Pemuda demi menjaga tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Tantangan dan persoalan pemuda sekarang ini bukan kepada revolusi industri 4.0, bukan kecepatan teknologi, melainkan radikalisme. Paham radikal yang masuk ke kampus harus dilawan. GMKI secara kelembagaan menyerukan mari melawan radikalisme di Indonesia," ucap Korneles dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (29/10).

Baca juga : Puncak Peringatan Sumpah Pemuda Momentum Perkuat Persatuan

Berdasarkan hasil survei Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (2017), diketahui sekitar 37% pelajar dan mahasiswa nemiliki opini atau setuju mengenai konsep radikalisme dalam arti berperang melawan penganut agama lain.

Korneles menyatakan pemuda Indonesia harus lebih serius mewaspadai ancaman radikalisme dan memelihara semangat persatuan nasional dan terus menjaga spirit kebangsaan.

Momentum bersejarah lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober lalu, dia menambahkan, perlu dimaknai pemuda untuk merawat bangsa.

Semangat persatuan nasional, ucapnya, bisa menjadi modal perjuangan dalam membawa nangsa ke arah kemajuan.

"Para pendiri bangsa telah bersumpah bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu. Ini merupakan konsensus kebangsaan yang wajib untuk terus dijaga dan dirawat," ujarnya. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More