Rabu 30 Oktober 2019, 05:20 WIB

Kebudayaan Capai Titik Terendah

(Aiw/H-2) | Humaniora
Kebudayaan Capai Titik Terendah

dok.mbi
Radhar dalam acara Temu Mufakat Budaya Indonesia

 

KEBUDAYAAN di Tanah Air saat ini tengah menunjukkan adanya kemerosotan yang sangat drastis, mulai cara masyarakat berpikir, berperilaku dan berinteraksi, hingga produk kebudayaan itu sendiri. Budayawan sekaligus seniman Radhar Panca Dahana bahkan menilai kebudayaan ada pada fase terendahnya.

"Semua pada tingkatan yang menurut saya terendah dalam sejarah peradaban negeri ini, termasuk pada karya seninya," kata Radhar dalam acara Temu Mufakat Budaya Indonesia di Hotel Century Park, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, hal ini mengindikasikan adanya penyakit dalam tubuh bangsa ini. Penyakit tersebut menciptakan krisis yang harus segera ditangani. "Kita ada pada masa yang sangat genting. Banyak pihak yang seharusnya bertanggung jawab tidak menyadari kegentingan itu karena zona nyaman mereka terpelihara dengan baik oleh undang-undang, regulasi, dan oligarki sehingga apa yang dirasakan oleh rakyat jelata mereka tidak tahu," tuturnya.

Dalam menyikapi itu, Ketua Dewan Pimpinan Bundo Kanduang Alam Minangkabau Puti Reno mengatakan, perlu dilakukan pendekatan kebudayaan untuk menyelesaikan persoalan yang ada di Tanah Air.

"Kalau pendekatan hanya difokuskan pada ekonomi itu ujungnya yang untung hanya orang segelintir, yang rugi tetap masyarakat banyak. Kalau pendekatan politik ujungnya kekuasaan. Kalau pendekatan kita dengan kebudayaan ujungnya silaturahim," tuturnya.

Senator asal Yogyakarta yang juga istri dari Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, beranggapan segala persoalan yang terjadi di negara ini akibat masyarakat yang terlepas dari kontrol budaya. "Sekarang kita sudah bukan melupakan, melainkan hampir terlupakan bahwa kita punya budaya," ujarnya.

Ketiga tokoh itu pun berharap, Temu Mufakat Budaya Indonesia dapat menemukan jalan keluarnya. Ada lima isu kritis yang difokuskan, yakni sosiokultural, SDM, radikalisme, Papua, serta adat dan budaya. (Aiw/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More