Rabu 30 Oktober 2019, 04:40 WIB

Malanutrisi Picu Stunting, Cegah dari Sanitasi

(*/H-3) | Humaniora
Malanutrisi Picu Stunting, Cegah dari Sanitasi

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.
Seorang warga mandi di dekat bilik kakus atau jamban di kawasan Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (16/10/2019)

 

CATATAN perilaku buang air besar sembarang (BABS) di Indonesia cukup memprihatinkan. Terdapat 31 juta warga yang melakukan BABS dan 54% penduduk perdesaan tidak mempunyai sanitasi yang layak. Di Kabupaten Tangerang, Banten, tingginya angka prevalensi stunting diduga dipicu perilaku tersebut.

Perilaku yang tidak sehat tersebut menjadi sumber penyakit dan menyebabkan kemunduran kualitas kesehatan. Di Kabupaten Tangerang, prevalensi stunting mencapai 40% pada anak umur 2 tahun. Hingga saat ini, tercatat 2.934 anak-anak di Tangerang alami malanutrisi.

"Perilaku BABS diakibatkan keterbatasan air dan fasilitas cuci atau toilet dan diperburuk pendidikan yang kurang memadai," jelas National Director Habitat For Humanity Indonesia, Susanto Samsudin, saat penandatanganan MoU dengan Herbalife Nutrition Foundation (HNF) di Tangerang, pekan lalu.

Dalam kerja sama itu, kedua pihak akan membangun fasilitas sanitasi sehat sekaligus edukasi yang menargetkan 800 penduduk sebagai penerima manfaat di Kecamatan Mauk. "Program ini akan dimulai pada November 2019 dan berakhir pada Oktober 2020," ujar Senior Director & General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi. (*/H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More