Selasa 22 Oktober 2019, 14:15 WIB

Kehati Beri Anugerah Green Company Award 2019

Muhamad Fauzi | Humaniora
Kehati Beri Anugerah Green Company Award 2019

MI/M Fauzi
Penyerahan Green Company Award  2019 diserahkan secara langsung Ismid Hadad kepada Corporate Affairs Director RLU, Meizani Irmadhiany.

 

TIDAK banyak perusahaan yang berkomitmen pada kelestarian alam, menjaga ekosistem, dan peduli terhadap lingkungan hidup. Sebuah perusahaan yang mengelola tiga izin hutan tanaman industri (HTI) karet alam meraih penghargaa karena dinilai berkomitmen kuat dalam berkontribusi bagi lingkungan hidup dan masyarakat di sekitarnya

Perusahaan tersebut pun dinyatakan layak mendapat Green Company Award 2019 dari Swa yang bekerja sama dengan Yayasan Kehati.  Ketua Dewan Pembina Yayasan Kehati Ismid Hadad memberi penghargaan tersebut kepada  PT Royal Lestari Utama (RLU).

Penyerahan Green Company Award  2019 diserahkan secara langsung Ismid Hadad kepada Corporate Affairs Director RLU, Meizani Irmadhiany didampingi Arifadi Budiarjo, Public Affairs General Manager, Yasmine Sagita Sustainability General Manager di Jakarta, Selasa (22/10).

Dalam kesempatan tersebut juga turut hadir para dewan juri yang diketuai Prof Dr Emil Salim, ahli ekonomi, cendikiawan dan tokoh pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Dalam sambutannya Prof Emil Salim, yang juga pernah menjabat Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa RLU yang mengelola tiga izin HTI karet alam memiliki komitmen kuat dalam berkontribusi bagi lingkungan hidup dan masyarakat di sekitarnya

“Dalam menjalankan kegiatan bisnisnya RLU juga melindungi area konservasinya, termasuk hutan alam tersisa seluas 2500 hektar di tengah konsesi yang sangat penting bagi keberlangsungan ekosistem di lansekap Taman Nasional Bukit Tigapuluh di Jambi dan juga melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat,” papar Prof Emil.

RLU merupakan joint venture antara Barito Pacific Group dan Michelin Group yang didirikan 2015 untuk mengelola izin HTI  PT Lestari Asri Jaya dan PT Wanmukti Wisesa di Jambi dan PT Multi Kusuma Cemerlang di Kalimantan Timur.

RLU memiliki visi untuk menjadi menjadi pelopor produsen karet alam berkelanjutan di Indonesia dengan empat pilar utama dalam menjalankan kinerja bisnisnya yaitu planet (lingkungan), people (sosial), product (produk) dan profit (bisnis).

“Saat ini RLU sedang fokus mengembangkan wildlife conservation area yakni area lindung atau konservasi selus 9.000 ha yang  diharapkan mendapatkan ruang hidup yang baik bagi satwa kurang 150 ekor gajah di lansekap Bukit Tiga Puluh” ujar Meizani Irmadhiany, Corporate Affairs Director RLU.

Dia mengatakan pada aspek sosial RLU juga merintis program kemitraan yang saling menguntungkan dengan petani kecil melalui peningkatan kapasitas bagi para petani kecil dalam budidaya karet  terbaik dengan menerapkan teknik budiaya intensif, dan pembentukan kelompok, perluasan akses petani ke pasar. (Faw/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More