Rabu 30 Oktober 2019, 02:00 WIB

BI Dorong Milenial Bangun UMKM

Eva Pardiana | Ekonomi
BI Dorong Milenial Bangun UMKM

MI/Eva Pardiana
Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi

 

BANK Indonesia (BI) mendorong generasi milenial Indonesia untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan memanfaatkan berbagai platform ekonomi digital. Ekonomi digital saat ini merupakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi mengatakan ekonomi digital dapat menjadi solusi permasalahan ekonomi yang dihadapi Indonesia, salah satunya persoalan defisit neraca perdagangan.

"UMKM berbasis digital diarahkan memproduksi produk berkualitas ekspor yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekspor yang selama ini masih lebih rendah daripada impor," kata Rosmaya dalam Festival Edukasi Bank Indonesia (FesKaBI) di Universitas Lampung, Bandar Lampung, kemarin.

BI mempunyai fungsi untuk menyeimbangkan perkembangan teknologi dengan risiko melalui empat peran utama. "Yaitu, mengatur teknologi yang akan digunakan, menyiapkan sandbox untuk melakukan uji terhadap inovasi, memberikan izin, dan melakukan pengawasan," ujarnya.

FesKaBI (dulu BI Goes to Campus) ialah kegiatan sosialisasi dan edukasi rutin yang digelar BI sejak 2013.

Lewat acara ini BI mengedukasi fungsi, tugas, dan kebijakan terkini bank sentral kepada generasi milenial khususnya mahasiswa di berbagai kota di Indonesia.

Kegiatan tersebut dilakukan secara terintegrasi untuk meningkatkan pemahaman generasi milenial tentang kebijakan terkini BI.

Menurut Rosmaya, pengembangan UMKM berbasis digital difokuskan pada generasi milenial sebab dari sisi demografi, 69% penduduk Indonesia saat ini berusia produktif, dengan 24% di antaranya atau sebanyak 63,8 juta merupakan generasi milenial.

"Milenial berkarakter haus ilmu pengetahuan, transparan, lugas, dengan aktivitas yang banyak dan energi yang bagus. Mereka sangat mengikuti perkembangan teknologi," jelas Rosmaya.

 

Kontribusi UMKM

Ia memaparkan UMKM memberikan kontribusi sangat besar teradap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kontribusi usaha mikro mencapai 98,2% dari keseluruhan pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, usaha skala besar hanya menyumbang 0,01%, skala menengah 0,10%, dan usaha kecil 0,12%.

Dengan demikian, UMKM menjadi penopang ekonomi Indonesia di saat ekonomi global mengalami guncangan.

Dari sistem pembayaran, lanjut Rosmaya, milenial diarahkan untuk melakukan pembayaran secara nontunai dengan menggunakan aplikasi digital. Kreativitas milenial juga diarahkan untuk membangun usaha baru yang yang memanfaatkan financial technologi (fintech).

Dia mengatakan fintech saat ini di-drive dan di-create oleh milenial. Pada 2018 Indonesia memiliki 992 fintech baru, dengan satu fintech mampu memperkerjakan 50 orang. Artinya, begitu banyak lapangan kerja yang dibuka.

"Pertumbuhan ini akan menciptakan ekonomi Indonesia yang maju," paparnya.

Anggota DPR RI asal Lampung, Junaidi Auly, yang juga hadir sebagai motivator, mengajak mahasiswa untuk berwirausaha demi mencetak pengusaha muda yang unggul dan berjiwa sosial.

Menurutnya, perguruan tinggi harus mempersiapkan lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.

"Mahasiswa harus punya keterampilan berwirausaha. Dari yang kecil-kecil saja dulu. Nanti berkembang dan bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dan punya kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional," ujar Junaidi. (Ifa/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More