Selasa 29 Oktober 2019, 22:15 WIB

Mayoritas Warga Jerman Ingin Turki Dikeluarkan dari NATO

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Mayoritas Warga Jerman Ingin Turki Dikeluarkan dari NATO

(Photo by Sergei CHIRIKOV / POOL / AFP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

 

MAYORITAS orang Jerman percaya Turki harus diusir dari NATO atas serangan militer Ankara di Suriah utara yang dimulai pada Oktober, menurut sebuah survei yang dirilis pada Selasa (29/10).

Survei YouGov, yang ditugaskan oleh Kantor Berita DPA, mewawancarai lebih dari 2.000 orang dewasa Jerman antara 25 dan 28 Oktober. Mereka menemukan 58% percaya Turki harus dikeluarkan dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), aliansi militer antarpemerintah dari 29 negara Eropa dan Amerika Utara. Hanya 18% yang menentang gagasan itu.

Proporsi yang lebih besar menginginkan pemerintah Jerman mengambil sikap lebih keras terhadap Turki, dengan 61% mendukung sanksi ekonomi terhadap negara Presiden Recep Tayyip Erdogan, sementara 69% mendukung larangan ekspor total.

Pemerintah Jerman membatasi penjualan senjata ke Turki sejak Erdogan meluncurkan serangan militer di Suriah utara pada 9 Oktober--tetapi tidak ada larangan total penjualan senjata ke negara itu, seperti yang sebelumnya dijanjikan oleh Kanselir Jerman Angela Merkel.


Baca juga: Perempuan Inggris Hilang di Kamboja, Polisi Periksa 20 Saksi


Sementara piagam pendiri NATO memungkinkan anggota untuk keluar dari aliansi militer, tidak ada mekanisme yang menjelaskan bagaimana suatu negara dapat diusir oleh negara-negara lain dalam aliansi tersebut.

Menghapus sebuah negara dari NATO akan menjadi proses yang rumit dan panjang yang membutuhkan persetujuan, dan ratifikasi oleh semua negara anggota.

Di Jerman, banyak politikus dari partai kiri juga menyerukan pengusiran Turki, dan pelaksana ketua kelompok parlemen SPD Rolf Mützenich juga mepersoalkan keanggotaan Turki di NATO. (Deutsche Welle/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More