Selasa 29 Oktober 2019, 20:26 WIB

Pemerintah Dukung Pengembangan Startup di Indonesia

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Pemerintah Dukung Pengembangan Startup di Indonesia

MI/Ramdani
Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro

 

EKOSISTEM pengembangan usaha rintisan (startup) di Indonesia menjadi perhatian pemerintah. Hal itu terlihat dari pertemuan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro dengan kalangan investor dan startup di Jakarta, Selasa (29/10).

Bambang menyebutkan, pihaknya mendorong inovasi yang dihasilkan oleh startup memberikan dampak yang lebih besar ke masyarakat dan pembangunan bangsa.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mendukung dan mendorong pengembangan riset dan inovasi perusahaan berbasis teknologi atau start up di tanah air guna memajukan pembangunan bangsa.

"Maka saya berinisiatif mengundang para pelaku usaha dan kalangan start up. Intinya ada dua kelompok yakni kelompok investor yang sudah banyak masuk ke berbagai start up di Indonesia. Satu lagi pimpinan atau pemilik perusahaan berbasis teknologi yang sudah cukup mapan," kata Bambang.

Baca juga : Era Disruptif, Koperasi Bergerak Inovatif

Di sisi lain, pertemuan itu juga jadi ajang untuk menjarring masukan tentang hambatan pengembangan riset dan penelitian di Indonesia, terutama dari sisi korporasi dan usaha rintisan.

"Dari berbagai macam masukan kita mendapat banyak ide yang akan bisa diterapkan dalam jangka pendek dan sebagian lagi harus dipersiapkan karena pada satu sisi potensi area di indonesia sangat besar namun eksposure dari para peneliti kita belum cukup dibaca oleh kalangan dunia usaha kita,” cetusnya.

Tugas Kemenristek dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN yang dipimpin Bambang, menurutnya, ialah mempertemukan hasil riset dan inovasi dengan dunia usaha agar bisa dilakukan hilirisasi di masyarakat.

Hilirisasi, ujar Bambang, masih jadi kendala besar karena hasil riset dan inovasi terkadang masih sulit dimengerti dunia usaha.

“Nah, biasanya mereka mendapatkannya informasi yang sangat terbatas. Kami diminta agar dapat memfasilitasi sehingga eksposure dari para peneliti kita dan hasil penelitiannya agar lebih mudah diakses maupun dianalisa oleh dunia usaha,” pungkasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More