Selasa 29 Oktober 2019, 20:13 WIB

Pilih Pindah ke PSI, Ini Alasan Faldo Maldini

Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum
Pilih Pindah ke PSI, Ini Alasan Faldo Maldini

MI/M. Irfan
Politikus PSI Faldo Maldini

 

POLITIKUS muda Faldo Maldini memberi kabar mengejutkan dengan pindah ke Partai Solidaritas Indonesia. Sebelumnya, Faldo dikenal sebagai wakil sekretaris jenderal Partai Amanat Nasional (PAN).

Faldo mengungkapkan kepindahannya ke PSI terkait dengan perkara uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK) Pasal 7 ayat (2) huruf e UU Pilkada terhadap UUD 1945.

Perkara yang teregister nomor 58/PUU-XVII/2019 mencatat nama pemohon Faldo Maldini bersama dengan politikus muda PSI Tsamara Amany, Dara Adinda Kesuma Nasution (PSI), dan Cakra Yudi Putra (PKPI).

"Sebetulnya itu berkelanjutan dengan apa yang terjadi di hari ini. Jadi ketika beberapa bulan yang lalu kami bertemu, saya dengan beberapa politisi muda yang lain yang juga punya keinginan melakukan gugatan terkait peraturan batasan usia untuk menjadi pemimpin di republik ini, kepala daerah, bupati, gubernur, bahkan presiden di usia 40 tahun," terang Faldo saat ditemui usai sidang di MK (29/10).

Kerap bersinggungan dengan politisi PSI membuat hubungan Faldo dengan PSI semakin dekat. Apalagi menurutnya, politikus muda Rian Ernest kerap menjadi teman diskusi yang asik.

Baca juga : Alasan Faldo Maldini Gugat Batas Usia Calon Kepala daerah

Tidak lagi meihat masa lalu ketika mereka berdua sempat berhadapan di Pilpres 2019. Bahkan Rian Ernest bersedia menjadi kuasa hukum atas perkara yang diajukannya ke MK bersama dengan politisi PSI lain.

"Oleh kerena itu saya diskusi dengan Bro Rian (Ernest), dengan beberapa teman-teman lain, ada Vasco dari Berkarya juga saya ajak diskusi. Namun Bro Rian hadir sebagai sahabat yang tidak melihat dulu Pilpres gimana? Kita beda kubu, ini-itu, bahkan lebih serius menyatakan diri sebagai kuasa hukum kami," lanjut politikus muda yang bertekad maju di Pilkada Sumbar 2020 itu.

Faldo melihat ekosistem politik baru di PSI. Dia mendapati kultur politik baru yang menafikan perbedaan terdahulu.

"Saya melihat sebuah ekosistem politik yang baru, budaya politik yang baru, saya melihat sebuah cara dalam berpolitik, kita gak perlu peduli dulu kita mungkin berseberangan satu sama lain. Asalkan tujuan kita sama-sama untuk Indonesia, melawan status quo, dan menciptakan peran fungsi parpol dimana harus melahirkan pemimpin, Rian mengajak untuk main bareng atau bergabung di PSI," tukas Faldo yang kini didapuk sebagai Ketua DPW Sumbar.

Faldo merasa cocok dengan ekosistem politik di PSI yang menghargai seseorang tidak berdasar mahar politik tetapi kemauan dan etos kerja.

"Mudah-mudahan ini menjadi proses pembelajaran untuk kita berpolitik, bahwa saya gak ditanya sama Rian, Toni, dan Sis Grace. Kamu anak siapa? Kamu punya uang berapa maju kepala daerah? Kamu punya modal berapa? Tapi kalau ingin berbuat baik, ingin berjuang, kerja keras, kami dari PSI siap," pungkas Faldo. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More