Selasa 29 Oktober 2019, 22:00 WIB

DPR AS Voting Pemakzulan Trump

Melalusa Susthira K | Internasional
DPR AS Voting Pemakzulan Trump

AFP
Ketua­ DPR, Nancy Pelosi

 

DEWAN Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS  akan mengadakan pemungutan suara formal pertama atas penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump pada Kamis (31/10). Menurut pejabat senior Demokrat, DPR akan menjelaskan langkah-langkah selanjutnya untuk penyelidikan pemakzulan Trump.

Langkah ini menandai perubahan strategi Partai Demokrat yang sebelumnya menolak dilakukan pemungutan suara pada penyelidikan pemakzulan Trump. Itu membuat Partai Republik, sebagai pendukung Trump, berang dan menilainya tidak adil. Upaya tersebut tampaknya bertujuan menangkis kritik dari Partai Republik yang menyebut penyelidikan pemakzulan cacat hukum.

“Pekan ini, kami akan membawa resolusi yang menegaskan penyelidikan yang tengah berlangsung, yang saat ini sedang dilakukan oleh komite kami sebagai bagian dari penyelidikan pemakzulan ini,” terang Ketua­ DPR, Nancy Pelosi, dalam sebuah surat kepada rekan kerjanya.

“Langkah pemungutan suara menetapkan prosedur untuk dengar pendapat secara terbuka bagi masyarakat Amerika, mengesahkan pengungkapan transkrip, dan menguraikan prosedur untuk mengirim bukti ke Komite Kehakiman agar mereka dapat mempertimbangkan pasal-pasal potensial pemakzulan,” tambahnya.

Resolusi tersebut, lanjut Pelosi, juga menetapkan hak proses hukum untuk Presiden dan penasihatnya, sebagaimana yang telah berulang kali ditekankan Partai Republik.

“Kami mengambil langkah ini untuk menghilangkan keraguan apakah pemerintahan Trump dapat menahan dokumen, mencegah saksi memberikan kesaksian, mengabaikan panggilan peng­adilan yang sah, atau terus menghalangi DPR,” tutur Pelosi.

Gedung Putih pun segera bereaksi dengan cepat. Sekretaris Pers Gedung Putih, Stephanie Grisham, mengatakan bahwa langkah pemungutan suara yang akhirnya akan diadakan tersebut menunjukkan bahwa proses penyelidikan pemakzulan Trump tidak sah.

“Pelosi akhirnya mengakui apa yang sudah diketahui oleh seluruh Amerika bahwa Demokrat sedang melakukan proses pemakzulan yang tidak sah,” tukas Stephanie.


Kemungkinan lolos

Pemungutan suara di DPR tersebut kemungkinan akan meloloskan resolusi. Mengingat dari total 435 anggota DPR, 228 anggota DPR asal Demokrat mendukung pemakzulan terhadap Trump.

Sampai saat ini, semua pemeriksaan saksi dilakukan secara tertutup, yang membuat Partai Republik mengecamnya.

Penyelidikan pemakzulan Trump bergulir atas mencuatnya bukti dari pelapor rahasia yang menunjukkan Trump menyalahgunakan kekuasaannya dengan meminta bantuan politik kepada Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Trump diduga mencoba menahan bantuan militer AS untuk menekan Zelensky agar mencari informasi yang mendiskreditkan pesaingnya dari Demokrat pada Pemilu 2020 mendatang, Joe Biden.

Trump, tanpa bukti, meminta Zelensky menyelidiki dugaan korupsi Hunter Biden, anak Joe Biden, yang pernah menjadi dewan direksi di sebuah perusahaan gas raksasa di Ukraina. (AFP/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More