Selasa 29 Oktober 2019, 18:35 WIB

Pemkab Lembata Gelontorkan Rp700 Juta Bajak Lahan Gratis

Alexander P Taum | Nusantara
Pemkab Lembata Gelontorkan Rp700 Juta Bajak Lahan Gratis

MI/Alexander P Taum
Seorang petani sedang membajak lahan menggunakan traktor di Kabupaten Lembata, NTT.

 

PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menggelontorkan biaya Rp700 juta guna membajak lahan gratis. Anggaran untuk bajak lahan gratis itu dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah II Kabupaten lembata. Sedangkan bibit dan pupuk dipastikan akan final pada pertengahn November 2019.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lembata, Manto Beyeng. Disebutkan, pihaknya memasang target membajak lahan gratis sebanyak 729 hektare lebih di 9 kecamatan. Kini, 6 kecamatan sudah final. Sedangkan, Kecamatan Ile Ape dan Kecamatan Lebatukan tinggal menyelesaikan yang sisa-sisa saja.

"Lahan diperkirakan pekan kedua November semua sudah beres. Lahan sudah siap ditanami petani. Memang dalam pembahasan APBD II, sebelum perubahan kita alokasikan bajak gratis 500 ha, tetapi sesudah perubahan pembahasan anggaran APBD II, seiring bertambahnya permintaan warga, kita tambah 200 ha lagi sehingga menjadi 729 ha lahan," ujar Manto di Lembata, Selasa (29/10).

Sedangkan ketersediaan bibit, Kadis pertanian menjelaskan, pemerintah pusat mengalokasikan bibit jagung untuk 3.500 ha, melalui pembiayaan APBN. Dari alokasi itu, ketersediaan bibit bagi 2000 ha lahan sudah terdistribusi. Sisa alokasi bibit untuk 1.500 ha lainnya baru dialokasikan dalam perubahan APBN.

"Diprediksi sesuai pembicaraan dengan Pemprov, pekan kedua November bibit sudah bisa masuk ke Lembata," imbuh Manto.

 

Baca juga: Empat Polisi Malang Dianugerahi Promoter Reward

 

Kadis Pertanian dan Perkebunan juga menjelaskan, pemerintah pusat melalui APBN juga mengalokasikan bantuan bibit padi 1.000 ha, tanaman tumpang sari berupa padi jagung 500 ha, yang direncanakan pada pertengahan November sudah masuk.

Tak hanya itu, ketersediaan bibit bagi petani di Lembata juga dijamin APBD II. Pemkab Lembata mengalokasikan bantuan bibit padi untuk lahan seluas 30 ha, jagung 200 ha, kacang tanah dan kacang hijau yang sudah tersedia sehingga distribusi kepada petani akan dilaksanakan pertengahan November.

Seluruh bantuan berupa pupuk, bibit, dan persiapan lahan gratis itu ditujukan kepada lebih dari 100 kelompok tani. SK kelompok tani tersebut sudah ditandatangani sejak Januari.

Manto menyebutkan, bantuan pupuk menyesuaikan, mengikuti bibit yang digelontorkan baik oleh pemerintah pusat maupun oleh pemerintah daerah. Meski begitu, pihaknya belum berani mengumumkan awal musim tanam kepada petani karena perkiraan musim hujan masih fluktuatif.

"Kita tunggu penyampaian terkini dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) tentang musim penghujan. Karena sampai saat ini Lembata belum turun hujan, sedangkan panas lebih dari 39 derajat (Celcius)," pungkas Manto. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More