Selasa 29 Oktober 2019, 17:41 WIB

Barisan Para Mantan Sanjung Kompetensi Syahrul Yasin Limpo

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Barisan Para Mantan Sanjung Kompetensi Syahrul Yasin Limpo

MI/PIUS ERLANGGA
Acara serah terima jabatan Menteri Pertanian di Auditorium F Kementrian Pertanian, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

 

PADA pekan pertama bertugas, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) langsung bergerak cepat melakukan sinergi dengan seluruh pihak terkait, tidak terkecuali dengan para mantan menteri pertanian dan pensiunan pejabat eselon satu di lingkup Kementerian Pertanian.

Pertemuan besar tersebut digelar di Kantor Kementan, Jakarta, pada Senin (28/10).

Menteri Pertanian periode 1992-1997 Sjarifuddin Baharsjah, periode 2000-2004 Bungaran Saragih, periode 2004-2009 Anton Apriyantono dan periode 2009-2014 Suswono turut hadir dalam acara itu.

Baca juga: Menkeu: Anggaran Pemekaran Provinsi Papua Selatan Tunggu UU

Anton Apriyantono mengungkapkan, dalam kesempatan itu, seluruh menteri menyampaikan berbagai masukan yang diharapkan bisa mengangkat kinerja sektor pertanian di masa sekarang.

"Kami bersilaturahmi dan Menteri SYL dengan terbuka menerima masukan dari para pendahulunya bahkan dari para mantan pejabat eselon satu," ujar Anton kepada Media Indonesia, Selasa (29/10).

Mantan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Soetarto Alimuso, yang juga hadir dalam pertemuan mengaku cukup optimistis dengan manuver yang dibuat SYL.

"Tidak semua menteri seperti beliau. Yang sebelumnya pun kurang merangkul. Jangan dianggap, kalau kita beri masukan itu artinya mendikte menteri yang menjabat," jelas Soetarto.

Ia mengatakan, di setiap era, persoalan yang dihadapi menteri pasti berbeda-beda.

Maka dari itu, diperlukan adanya sesi berbagi pengalaman untuk mengetahui hal apa saja yang sudah baik maupun yang harus ditingkatkan di masa mendatang.

"Mantan menteri, pensiunan eselon satu, semua kan punya pengalaman. Pengalaman itu diperlukan sebagai pedoman, perbandingan, untuk meraih hasil yang lebih baik ke depan," tuturnya.

SYL, sambung Soetarto, adalah sosok yang sangat memahami hal tersebut. Ia melihat SYL sebagai sosok yang rendah hati karena tidak malu untuk menganggap para senior sebagai mentor.

"Dia tidak ingin bekerja sendiri. Dia sadar bahwa semua pekerjaan ini adalah tugas yang berkesinambungan dan itu perlu sinergi," ucap dia.

SYL pun mengakui bahwa pertemuan itu dilangsungkan untuk menghimpun ilmu dari para pendahulu.

“Saya berharap dengan dukungan dan bantuan dari para orang hebat di bidang pertanian, sektor ini akan menjadi kuat dan maju. Saya berharap kehadiran mereka akan membantu saya dalam memecahkan banyak masalah pertanian,” tuturnya. (Pra/A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More