Selasa 29 Oktober 2019, 13:09 WIB

Tak Terbukti Atur Skor, Perangkat Laga di Palangkaraya Dibebaskan

Surya Sriyanti | Sepak Bola
Tak Terbukti Atur Skor, Perangkat Laga di Palangkaraya Dibebaskan

ANTARA FOTO/Syaiful Arif
Pemain Persela Lamongan Kei Hirose (kanan) berusaha melewati hadangan pemain Kalteng Putra Wasyiat Hasbullah (tengah)

 

SEBANYAK enam wasit dan tiga manajemen Kalteng Putra dibebaskan usai menjalani pemeriksaan secara maraton oleh Satgas Antimafia Bola dan Polda Kalteng sejak Senin (28/10) pukul 03.00-21.00 WIB. Mereka tidak terbukti melakukan pengaturan skor pada laga pertandingan Kalteng Putra vs Persela Lamongan yang digelar di Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya, Minggu (27/10).

Penegasan ini diungkap Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan kepada wartawan, Selasa (29/10). Kesembilan perangkat ini dipulangkan pada Senin (28/10) malam.

"Namun kita akan terus lakukan pengawasan pada pertandingan selanjutnya agar kompetisi bola ini bebas dari mafia," kata Hendra Rochmawan.

Baca juga: Satgas Antimafia Bola Terus Periksa Enam Wasit

Pemeriksaan terhadap sembilan perangkat pertandingan dikarenakan kedua tim berada di zona merah yakni terancam degradasi dari liga satu.

"Secara otomatis kedua tim ingin menang dan keluar dari zona merah makanya Tim Antimafia bola masuk untuk mengawasi," ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam laga antara Kalteng Putra melawan Persela Lamongan yang berlangsung Minggu (27/10), tim tuan rumah unggul 2-0 dari Persela Lamongan.

Gol pertama terjadi melalui titik pinalti dan dicetak oleh Edyson Teovilo Soares di menit 27, sedangkan gol kedua dicetak oleh Rafael Se Jesus Bonfim di menit 33.

Hendra menambahkan pemeriksaan ini dilakukan akibat adanya laporan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja perangkat laga pada pertandingan beberapa waktu lalu.

"Apalagi seperti dikabarkan dan adanya laporan saat pemain Kalteng Putra tidak dibayar gajinya," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More