Selasa 29 Oktober 2019, 12:50 WIB

Emas Biru dan Hijau untuk Pemulihan Ekonomi Korban Gempa Ambon

mediaindonesia.com | Humaniora
Emas Biru dan Hijau untuk Pemulihan Ekonomi Korban Gempa Ambon

DOk.BNPB
Presiden Jokowi berbincang dengan Kepala BNPB Doni Monardo (tengah)

 

PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo meninjau pengungsi yang berlokasi di Lapangan Universitas Darussalam, Maluku Tengah, Ambon, Selasa (29/10).

Presiden datang didampingi Gubernur Maluku Murad Ismail, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi dan disambut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo beserta Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua.

Presiden pun segera mengunjungi rumah sakit lapangan, bercengkerama dengan anak-anak di tenda psikososial, meninjau program rehabilitasi dan rekonstruksi bagi warga terdampak pun berdiskusi dengan masyarakat. Kepala BNPB Doni Monardo pun memberikan penjelasan terkait penanganan gempa kepada Presiden.

Doni menyebut pihaknya memiliki beberapa opsi untuk peningkatan sosial dan ekonomi bagi warga terdampak gempa.

"Program pertama adalah emas biru, yaitu bantuan terkait budi daya ikan hias laut berupa ikan Nemo dan pengolahan ikan asap untuk dikonsumsi. Dengan memberikan pembinaan, pendampingan hingga penjualan hasil budi daya ikan laut tersebut," ujar Doni melalui siaran pers, Selasa (29/10).

"Progam berikutnya, emas hijau berupa pembibitan tanaman bernilai ekonomis seperti Pala, Cengkeh, Sukun dan Matoa. Serta dukungan pembibitan kayu bernilai ekonomis tinggi seperti Gaharu, Jabin dan Toren," tambah Doni.

Selain itu akan diberikan dukungan alat pengolahan sagu yang dapat menghasilkan tepung sagu, mi sagu dan beras sagu. Hal ini lantaran Maluku memiliki banyak pohon sagu yang dapat diolah, diharapkan bantuan-bantuan tersebut dapat memicu produksi dan pertumbuhan ekonomi daerah .

Baca juga: Jokowi Tinjau Posko Pengungsi Pascagempa di Ambon

Sementara itu, Presiden menyatakan pemerintah akan memberikan bantuan stimulan Rp50 juta untuk rusak berat, Rp25 juta rusak sedang dan RP10 juta rusak ringan. Bantuan ini berlaku di semua daerah terdampak bencana di Indonesia.

"Anggaran di Kementerian PUPR dan di BNPB telah dialokasikan untuk perbaikan rumah-rumah. Dana tersebut dan akan segera disalurkan setelah menjalani sejumlah prosedur," ujar Kepala Negara.

Menurut laporan yang diterima Presiden dari Gubernur Maluku Murad Ismail dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, ada sekitar 12.137 unit rumah yang rusak akibat gempa Maluku. Rinciannya, 2.712 unit rumah rusak berat, 3.317 unit rumah rusak sedang, dan 6.108 unit rumah rusak ringan, serta 730 unit fasilitas umum dan sosial rusak.

Presiden Jokowi juga meminta jajaran pemerintah di daerah seperti camat dan lurah turut memantau dan mengawasi anggaran tersebut. Terutama mengingat anggaran tersebut akan langsung diberikan kepada masyarakat terdampak gempa.

Terkait pembangunan rumah warga yang rusak, mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap masyarakat membangun rumah dengan konsep rumah tahan gempa seperti halnya yang dilakukan warga di Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk itu, pembangunan konstruksi rumah warga akan diarahkan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Ada macam-macam, ada yang pakai beton, ada yang sistem RISHA, jadi kalau ada gempa itu yang goyang hanya konstruksinya tetapi dinding dan lainnya tetap itu. Saya kira kita harus mengikuti itu," ungkap Presiden.

Setelah ini, Kepala BNPB, Menteri PUPR dan Menteri Perhubungan mendampingi Presiden untuk melakukan kunjungan kerja selanjutnya ke Palu, Sulawesi Tengah, meninjau perkembangan penanganan bencana di sana.(RO/OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More