Selasa 29 Oktober 2019, 12:32 WIB

Tahun Depan, Terminal Kampung Rambutan Tersambung LRT Jabodetabek

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Tahun Depan, Terminal Kampung Rambutan Tersambung LRT Jabodetabek

MI/Andri Widiyanto
Suasana fasilitas ruang tunggu Jak Linko di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

 

TERMINAL Kampung Rambutan akan direvitalisasi supaya bisa terintegrasi secara fisik dengan LRT Jabodetabek yang dibangun pemerintah pusat pada tahun depan.

Untuk merealisasikan target itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengusulkan tambahan dana sebesar Rp110 miliar pada Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas APBD Sementara (KUAPPAS) 2020.

Tahun ini, pihaknya sudah mengajukan anggaran revitalisasi Terminal Kampung Rambutan sebesar Rp60 miliar. Namun, anggaran belum terpakai karena revitalisasi mengalami dua kali gagal lelang.

"Sehingga totalnya kami mengajukan Rp170 miliar untuk revitalisasi Terminal Kampung Rambutan," kata Kadishub DKI Syafrin Liputo dalam rapat pembahasan KUAPPAS 2020 bersama Komisi B DPRD DKI, Senin (28/10).

Syafrin menyebut dana itu akan digunakan untuk merombak ulang terminal agar lebih modern, interaktif serta terkoneksi dengan LRT Jabodetabek.

Tidak hanya merombak terminal, Dishub DKI juga berencana menyediakan area parkir atau park and ride di Terminal Kampung Rambutan serta menambah parkir sepeda di dalamnya.

Baca juga: Trans-Jakarta Operasikan Feeder LRT Stasiun Pegangsaan 2

Hal itu untuk menahan kendaraan pribadi di terminal sehingga masyarakat dapat menggunakan angkutan umum maupun angkutan massal menuju pusat kota maupun tujuan lainnya.

"Kita berencana menyediakan park and ride serta menambah parkir sepeda di terminal. Agar warga bisa menggunakan sepeda atau kendaraan pribadi sampai terminal. Selanjutnya bisa menggunakan bus Trans-Jakarta atau LRT," tegasnya.

Tahun depan, Syafrin memilih fokus untuk merombak Terminal Kampung Rambutan sehingga mematikan anggaran revitalisasi Terminal Rawa Buaya.

"Terminal Rawa Buaya akan dijadikan depo MRT Timur-Barat oleh Kementerian Perhubungan. Oleh sebab itu kita tunda revitalisasinya. Kita fokus saja ke satu ini yang penting kelihatan hasilnya," tukasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More