Selasa 29 Oktober 2019, 12:29 WIB

BOPI Sebut belum Ada Laporan Pengaturan Skor Laga di Palangkaraya

Rahmatul Fajri | Sepak Bola
BOPI Sebut belum Ada Laporan Pengaturan Skor Laga di Palangkaraya

ANTARA/Agus Apriyanto
Richard Sam Bera

 

KETUA Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Richard Sam Bera mengaku pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai dugaan pengaturan skor pada laga Kalteng Putra melawan Persela, Minggu (27/10) lalu.

Meski demikian, Richard mengaku pihaknya tetap memantau perkembangan mengenai adanya dugaan praktik mafia sepak bola Indonesia.

"Sejauh ini belum ada laporan resmi ke kami. Tetapi, kami terus memantau kasus-kasus yang berkaitan dengan tindakan melawan hukum yang terjadi di sepak bola profesional Indonesia," kata Richard, ketika dihubungi, Selasa (29/10).

Terkait adanya perangkat pertandingan Kalteng Putra vs Persela yang diperiksa, ia mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada Satgas Antimafia Bola.

Baca juga: Satgas Antimafia Bola Terus Periksa Enam Wasit

Ia mendukung upaya pemberantasan mafia sepak bola di Indonesia.

"BOPI mendukung upaya kepolisian memberantas kekuasaan mafia dan upaya-upaya tidak sportif dan ilegal di dalam sepak bola profesional Indonesia," ungkap mantan atlet renang tersebut.

Sebelumnya, Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono  mengatakan pihaknya melakukan penggeledahan beberapa perangkat pertandingan di Hotel Fovere, Palangkaraya.

Argo mengatakan pihaknya mengamankan wasit, asisten wasit, wasit cadangan, inspektur wasit, komisi pertandingan, bendahara klub Kalteng Putra, bendahara panpel Kalteng Putra, serta seorang penghubung alias LO terkait dugaan tersebut.

"Belum tentu semua tersangka, tetapi kita akan melihat seperti apa kalau memang ada alat bukti yang didapat oleh penyidik tentunya nanti akan kita cek kita gelar kan apakah dia memenuhi unsur atau tidak," sebutnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More