Selasa 29 Oktober 2019, 10:46 WIB

Kementerian PU-Pera Tingkatkan Konektivitas di Papua Barat

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Kementerian PU-Pera Tingkatkan Konektivitas di Papua Barat

Dok. Kementerian PU-Pera
Jalan Trans-Papua Barat

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) terus meningkatkan konektivitas di Papua Barat. Langkah tersebut dilakukan guna membuka keterisolasian wilayah, mengurangi beban biaya logistik, sehingga akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sejak dimulai pengerjaan pada 2018, jalan di Papua Barat telah tersambung sepanjang 1.071 km dengan rincian 743 km jalan telah teraspal dan sisanya sudah melalui proses pengerasan.

Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono mengatakan masyarakat di Papua Barat sudah mulai merasakan manfaat keberadaan jalan Trans-Papua.

"Mobilisasi orang dan barang kini jadi lebih lancar. Distribusi logistik menjadi lebih mudah sehingga harga barang-barang bisa ikut turun," ujar Basuki melalui keterangan resmi, Selasa (29/10).

Jalan Trans-Papua Barat terbagi menjadi dua segmen yaitu Segmen I Sorong-Maybrat-Manokwari sepanjang 595 km dan Segmen II Manokwari-Mameh-Wasior-Batas Provinsi.

Baca juga: Terganjal Keamanan, Rute Segmen 5 Trans-Papua akan Diubah

Segmen I yang sudah teraspal 550 km menghubungkan dua pusat ekonomi yakni Sorong dan Manokwari yang kini dapat ditempuh dalam waktu 14 jam.

Ruas jalan itu juga terhubung dengan Pelabuhan Arar sebagai pelabuhan tol laut yang merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong.

Adapun, Segmen II meliputi dari total panjang 476 km, jalan yang beraspal baru 192 km. Sementara dalam proses pengerasan mencapai 283 km.

"Tantangan dalam pembangunan jalan Trans-Papua Barat adalah kondisi medan cukup berat, seperti hutan, pegunungan dan cuaca. Disamping itu ketersediaan material konstruksi juga terbatas di Papua," pungkas Basuki.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More