Selasa 29 Oktober 2019, 10:07 WIB

Menteri Pertanian Kukuhkan Tiga Profesor Riset

Dede Susianti | Ekonomi
Menteri Pertanian Kukuhkan Tiga Profesor Riset

MI/Dede Susianti
Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo (tengah) dalam acara pengukuhan profesor riset di Komplek Balitbangtan di Cimanggu, Kota Bogor.

 

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengukuhkan tiga profesor riset Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), di Komplek Balitbangtan di Cimanggu, Kota Bogor, Selasa (29/10).

Profesor Riset merupakan jenjang tertinggi dalam jabatan fungsional peneliti.

Orasi Profesor Riset dilaksanakan Ali Asgar dari Bidang Teknologi Pascapanen, Sholihin dari bidang Pemuliaan dan Genetika Tanaman, dan Sukarman dari bidang Pedologi dan Penginderaan Jauh.

Ketiganya secara berurutan masing-masing merupakan profesor riset ke-523, 524, dan 525 secara nasional dan profesor riset ke-139, 140 dan 141 di Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian.

Orasi profesor riset ini dilaksanakan Majelis Profesor Riset Kementriaan Pertanian di depan tamu undangan sekitar 500 orang yang berasal dari kementrian pertanian, LIPI, Badan Litbang Kementrian Lembaga, Perguruan Tinggi, dan pejabat daerah lainnya.

Baca juga: SYL Siapkan Kecamatan Jadi Sentra Kendali Pangan

Mentan SYL meminta ketiga profesor berkolaborasi dan bersinergi dalam wadah Forum Komunikasi Profesor Riset (FKPR) dan menjadi pembina dan motivator bagi para peneliti yang lebih muda dalam pengembangan jati diri, integritas, serta profesionalisme mereka.

Ketiganya diminta menindaklanjuti gagasan mereka, melalui beberapa penugasan yang disampaikan pada akhir acara orasi ini.

Menurut menteri SYL sinergi ini tidak saja akan jadi model bagi peneliti lainnya, namun secara konkret dapat menjawab berbagai permasalahan riil yang dihadapi petani saat ini.

Acara orasi pengukuhan ini bertepatan dengan dua momentum yang sangat strategis. Pertama, masa bhakti Kabinet Kerja tahun 2014-2019 yang baru saja berakhir, sehingga topik-topik yang disampaikan dalam orasi ini merupakan bagian dari hasil program kerja Kementerian Pertanian.

Kedua, DPR RI telah mengesahkan RUU Sisnas IPTEK menjadi UU pada tanggal 16 Juli 2019. Undang-undang tersebut memberikan amanat yang sangat strategis dalam upaya penguatan sistem IPTEK nasional, termasuk bidang pertanian, antara lain berkaitan dengan kebijakan riset, anggaran, SDM (termasuk perpanjangan BUP), dan kelembagaan. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More