Selasa 29 Oktober 2019, 11:00 WIB

Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Kebakaran Pipa Pertamina

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Kebakaran Pipa Pertamina

MI/Depi Gunawan
Petugas pemadam berusaha memadamkan kobaran api yang membakar pipa minyak PT Pertamina di Cimahi

 

KEPALA Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan dari 10 saksi terkait peristiwa kebakaran pipa Pertamina di Cimahi, Jawa Barat, Selasa (22/10).

"Perkembangan kasus terbakarnya pipa Pertamina di kilometer 130 Tol Purbaleunyi, saat ini sudah 10 orang diperiksa," kata Asep di Kawasan Jakarta Pusat, Senin (28/10)

Dia menjelaskan, mereka yang diminta keterangan yakni pekerja proyek Kereta Cepat Indonesia Tiongkok (KCIC) dan Pertamina. Begitu juga dua warga negara asing (WNA) turut dimintai keterangan.

"Dan dua orang asing yang selamat juga dimintai keterangan," sebutnya

Baca juga: Satgas Banjir Gantikan Satgas Kebakaran

Menurutnya, kedua WNA itu merupakan pekerja proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang selamat dalam peristiwa kebakaran pipa Pertamina di Cimahi. Sedangkan seorang WNA lainya di bagian operator alat berat crane tewas terbakar di lokasi.

Sejauh ini, polisi masih masih menunggu hasil uji laboratorium dari tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk mengetahui detail penyebab kebakaran yang menimbulkan korban jiwa tersebut.

"Untuk (hasil) puslabfor masih ditunggu," terangnya

Sebelumnya, kebakaran yang terjadi di Tol Padalarang akibat kebocoran pipa pertamina dinyatakan telah padam pada pukul 17:20 WIB. Hal itu dikonfirmasi oleh Vice President Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman dalam konferensi pers di Jakarta (22/10).

Dijelaskannya lebih lanjut bahwa pipa yang bocor dan terbakar merupakan pipa yang menyalurkan sebagian besar BBM jenis Pertamina Dex. Sementara penyebab kebocoran tersebut hingga kini masih dalam tahap penyelidikan.

"Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan, namun bisa kami sampaikan bahwa memang BBM atau pipa tersebut membawa BBM jenis Pertamina Dex," kata dia.

Dia menjelaskan proses pemadaman telah dilakukan dengan cepat oleh tim di lapangan bekerja sama dengan pemadam kebakaran. Ketika terjadi kebakaran, pihaknya bergerak cepat langsung melakukan penutupan pipa, sehingga aliran BBM tidak lagi keluar.

"Jadi yang terbakar itu adalah sisa-sisa dari BBM yang keluar dari kebocoran dan kemudian berhasil ditanggulangi dengan menggunakan foam dan juga dengan tim pemadan kebakaran," imbuhnya.

Pihaknya juga memastikan bahwa pasokan BBM untuk daerah Bandung dam sekitarnya masih aman.

"Pasokan sejauh ini masih cukup aman di area Bandung atau Padalarang di angka sekitar untuk pertamina dex lebih dari 17 hari untuk stok," tuturnya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi memastikan kebakaran tersebut merenggut satu korban jiwa.

"Korban meninggal diduga merupakan operator alat berat. Nanti kita teliti setelah api sudah benar-benar padam," kata Kapolda saat meninjau lokasi kebakaran, kemarin.

Informasi yang beredar, korban bernama Li Xuanfeng dari PT CREC yang merupakan warga asing. Kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kebakaran besar tersebut.

"Dugaan awal, korban sedang menancapkan benda keras pada trase KCIC. Lalu terkena pipa dan meledak," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More