Selasa 29 Oktober 2019, 08:25 WIB

Dunia Bereaksi terhadap Kematian Baghdadi

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Dunia Bereaksi terhadap Kematian Baghdadi

AFP
Abu Bakar al-Baghdadi

 

SEJUMLAH pemimpin dunia bereaksi terhadap tewasnya pemimpin kelompok Islamic State (IS), Abu Bakar al-Baghdadi, dalam serangan yang dilakukan pasukan khusus Amerika Serikat di Suriah. Mayoritas memuji keberhasilan AS dalam upaya penangkapan Baghdadi.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, misalnya, mengatakan tewasnya Baghdadi menandai titik balik dalam perjuangan bersama melawan terorisme.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut peristiwa itu sebagai ‘pencapaian yang mengesankan’. “Prestasi ini merupakan tonggak penting, tetapi kampanye masih menjadi tantangan kita,” kata Netanyahu.

Menteri Luar Negeri Bahrain, Khalid bin Ahmed Al Khalifa, juga memuji langkah itu dan mengatakan keberhasilan tersebut ialah pukulan fatal bagi kelompok teroris yang pernah menguasai banyak wilayah di Irak tersebut.
 
Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly, memberi selamat kepada AS, tetapi memperingatkan bahwa perang melawan IS akan berlanjut.

“Saya mengucapkan selamat kepada sekutu Amerika kami untuk operasi ini. Pikiran kami tertuju ke semua korban kegilaan Baghdadi dan para penjahat yang mengikutinya.” ujar Parly.

Senada, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan kejadian itu ialah momen penting, tetapi juga memper­ingatkan pertempuran melawan IS belum berakhir.

“Kematian Baghdadi ialah momen penting dalam perjuangan kita melawan teror, tetapi pertempuran melawan kejahatan Daesh belum berakhir,” tegas Johnson.

Sementara itu, Arab Saudi memuji tindakan AS dan menilai Baghdadi selama ini telah mencoreng citra Islam. “Kami memuji upaya AS mengejar tokoh teroris ini yang sudah mendistorsi citra Islam yang sebenarnya,” ujar pejabat Kemenlu Saudi.

Di sisi lain, Menteri Informasi Iran, Mohammad Javad Azari-Jahromi, menyebut tewasnya Al-Baghdadi ‘bukan prestasi besar’. “Anda baru saja membunuh makhluk yang Anda ciptakan sendiri,” ujarnya me­nyindir Amerika Serikat.

Kementerian Pertahanan Rusia juga bereaksi terhadap berita tersebut dengan skeptis.

Buron

Al-Baghdadi, yang bernama asli Ibrahim Awwad Ibrahim al-Badri, 48, memiliki reputasi sebagai ahli taktik medan perang yang sangat terorganisasi dan kejam. Dia digambarkan sebagai pria yang paling dicari di dunia.

Dalam pengumumannya melalui televisi pada Minggu (27/10), Presiden AS Donald Trump menyatakan Baghdadi tewas di Barisha, sebuah desa kecil di Provinsi Idlib, Suriah. Dikatakan bahwa buron itu tewas setelah meledakkan diri di sebuah terowong­an.

Trump juga mengatakan menonton operasi terhadap Baghdadi melalui video di Situation Room di Gedung Putih bersama Wapres AS, Mike Pence, serta pejabat senior militer dan keamanan nasional AS. Trump menyebut penyergapan Baghdadi seperti adegan yang ada di film.

“Kami menyaksikannya dengan sangat jelas. Itu merupakan sesuatu yang menakjubkan untuk dilihat. Seolah-olah sedang menonton film,” ujar Trump.

Trump mengatakan bahwa Baghdadi telah berada di bawah pengawasan selama beberapa minggu. Setelah mendapatkan konfirmasi tentang lokasi Baghdadi berada, pasukan khusus AS segera meluncur ke bangunan target.

Setelah Baghdadi meledakkan diri karena terperangkap dalam terowongan, pasukan AS lalu mengambil sampel DNA. Trump mengatakan pasukan AS berada di Barisha selama sekitar 2 jam. (AFP/Uca/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More