Selasa 29 Oktober 2019, 06:20 WIB

Wakil Menteri Munculkan Potensi Konflik Kepentingan

Media Indonesia | Politik dan Hukum
Wakil Menteri Munculkan Potensi Konflik Kepentingan

MI/RAMDANI
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma

 

PEMERINTAH perlu menjabarkan kerja antara wakil menteri dan menteri. Tanpa itu, pelaksanaan kerja di kedua jabatan bisa berujung pada konflik kepentingan.

Demikian dikemukakan pengamat politik Adi Pra­yitno saat dihubungi Medcom.id, kemarin. “Jangan sampai ada matahari kembar di ­kementerian yang saling mengawasi.” 

Adi mengatakan kedua jabatan ini bisa ­tumpang-tindih ketika tiap-tiap pihak ingin memiliki eksistensi dan mendapat pengakuan di mata masyarakat.

Ia mengakui peran wakil menteri tidak bisa dinafikan. Sejumlah kementerian, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ataupun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, membutuhkan wakil menteri karena cakup-an tugas yang luas.

Dalam menanggapi tuding-an miring atas ditunjuknya 12 wakil menteri pada Kabinet Indonesia Maju, Adi pun sependapat posisi wakil menteri juga untuk menampung kelompok-kelompok pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Meski begitu, tampak pula keinginan agar mereka bekerja profesional.

“Posisi wamen (wakil menteri) adalah hasil kawin ­silang antara keinginan kerja profesional mengakselerasi kinerja menteri dan akomodasi politik,” ungkap Adi.

Di kesempatan terpisah, Ketua DPR Puan Maharani meyakini pengangkatan 12 wakil menteri didasarkan pada urgensi membantu tugas menteri di kementerian-kementerian besar.

“Kita kasih kesempatan para menteri dan wakil menteri bekerja. Apa yang akan dilakukan, mereka sudah membaca peta di internal masing-masing dan pekerjaan-pekerjaan rumah apa yang harus diselesaikan,” tutur Puan di Jakarta, ­kemarin.

Presiden Joko Widodo melantik 12 wakil menteri yang berasal dari kalangan profesional dan partai politik. Mereka ialah Wamen Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono, Zainut Tauhid Saadi sebagai Wamen Agama, Angela Tanoesoedibjo sebagai Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Surya Tjandra sebagai Wamen Agraria dan Tata ruang.

Kemudian, Wamen PU-Pera Wempi Wetipo, Mahendra Siregar sebagai Wamen Luar Negeri, Alue Dohong sebagai Wamen Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Budi Arie Setiadi sebagai Wamen Desa, Pembangunan Daerah Ter-tinggal, dan Transmigrasi.

Lalu, Jerry Sambuaga sebagai Wamen Perdagangan, Suahasil Nazara sebagai Wa-kil Menteri Keuangan, serta Kartika Wiryoatmojo dan Budi Gunadi Sadikin sebagai Wakil Menteri BUMN. (P-2)

Baca Juga

Ist/DPR

Habib Aboebakar Sayangkan Dua Kado Pahit di Hari Lahir Pancasila

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Juni 2020, 09:52 WIB
TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 memiliki makna fundamental terhadap RUU HIP, namun anehnya malah tidak dijadikan sebagai salah satu...
FB Muhammadiyah

Dinilai Menghina Din Syamsudin, Muhammadiyah Somasi Ade Armando

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 02 Juni 2020, 09:48 WIB
Postingan Ade mengandung unsur fitnah dan pencemaran baik yang sangat menyakitkan bagi warga Muhammadiyah dan secara pribadi bagi Din...
MI/SUSANTO

​​​​​​​Ade Armando: Isu Pemakzulan digulirkan Muhammadiyah

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 02 Juni 2020, 09:34 WIB
Hal tersebut disampaikan Ade mengomentari sebuah fliyer pemberitahuan diskusi virtual bertajuk 'Menyoal Kebebasan Berpendapat' dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya