Selasa 29 Oktober 2019, 01:00 WIB

7 Langkah Mengatasi Sunday Blues

Galih Agus Saputra | Weekend
7 Langkah Mengatasi Sunday Blues

Unsplash/Kinga Cichewicz
Melakukan jalan kaki atau aerobik ringan dapat mengurangi kadar stress.

Dewasa ini barang kali banyak orang yang suka mengeluh kala hari libur di akhir pekannya segera berakhir. Bukan hanya menghilangkan waktu untuk bersantai dan bersenang-senang, namun hal itu terasa cukup mengganggu waktu bersama (quality time) teman-teman atau keluarga.

Sebagaimana dikatakan penulis CNN, Sandee LaMotte, kecemasan dan ketakutan berakhirnya hari Minggu (Sunday Blues) itu nyatanya juga telah memengaruhi semangat seseorang untuk menghadapi hari yang akan datang. Kiranya ada 81% dari 1.000 responden sebuah penelitian yang mengakui bahwa dirinya menjadi semakin cemas ketika akhir pekan segera usai.

Dalam perspektif psikologi, hal demikian disebut "kecemasan antisipatif" (anticipatory anxiety). Hampir dua pertiga penderitanya juga mengalami insomnia lantaran memikirkan beban kerja yang harus segera dihadapinya.

Lalu, pertanyaannya, bagaimana kita sebagai pekerja harus menghadapinya?

Melawan stres
Seseorang yang terus-menerus mengikuti kegelisahan dalam pikirannya rentan mengalami stres. Jika otak terus berpikir atau khawatir, tubuh akan melepaskan hormon kortisol, atau hormon yang menjadi penyebab utama stres.

Oleh karena itu, jika anda ingin melawan stres tersebut, lakukan kegiatan yang menstimulasi hormon endorfin - neurotransmiter yang bertindak sebagai morfin alami untuk mengobati suasana hati. Hormon ini dapat dipicu melalui berbagai kegiatan menyenangkan, atau mengonsumsi makanan lezat, seperti, cokelat.

Latihan Aerobik
Olahraga sangat bagus dan telah terbukti mengurangi kecemasan dan depresi. Ia juga dapat mengobati suasana hati dan mengatasi pola tidur. Asosiasi Kecemasan dan Depresi Amerika Serikat bahkan pernah mengatakan bahwa dengan melakukan latihan aerobik selama lima menit per hari,  sudah cukup untuk mengurangi kecemasan. Aerobik bahkan meningkatkan ukuran hippocampus atau area otak yang terlibat dalam memori verbal dan pembelajaran.

Berjalan Kaki
Anda juga dapat menekan produksi hormon kortisol dengan berjalan kaki. Sebuah studi yang terbit pada April lalu bahkan telah menjelaskan bahwa berjalan kaki selama 10 menit di taman kota sebanyak tiga kali dalam seminggu mampu mengurangi kadar hormon penyebab stres tersebut.

Selain itu, sebuah studi di Inggris, pada 2013 lalu, juga sempat menjelaskan bahwa berjalan di ruang hijau dapat membantu seseorang untuk memindahkan kesadaran otaknya ke dalam kondisi meditasi. Dengan demikian, jalan kaki sangat direkomendasikan bagi Anda yang kerap resah menjelang awal pekan.

Menghindari Minuman Beralkohol
Dewasa ini barang kali ada orang yang sering pesta minuman keras atau beralkohol pada Jumat dan Sabtu malam untuk merayakan waktu luang di akhir pekan. Namun, hal itu tampaknya kurang tepat, karena pada dasarnya otak perlu waktu yang cukup untuk istirahat.

Minuman keras menentukan tingkat depresi, bahkan dapat berujung melukai diri sendiri, bunuh diri, dan tindak kekerasan yang lebih tinggi. Alkohol adalah pilihan buruk di akhir pekan karena ia mengacaukan pikiran, pola tidur, dan kualitas istirahat di malam hari.

Membuat Zona Bebas Teknologi
Hal ini tampaknya terdengar mustahil, tetapi cobalah untuk menghindari gawai atau email kantor di libur akhir pekan, agar anda tidak terus-terusan terhubung atau terjaga sehingga tidak punya waktu untuk relaksasi. National Sleep Foundation, Amerika Serikat bahkan menyarankan bahwa setiap orang perlu waktu setidaknya 30 menit untuk bertransisi. Ia harus bebas gawai atau bila perlu membuat ruangan khusus yang terbebas dari bebas teknologi. Sebab, menurut mereka, cahaya biru yang dipancarkan melalui layar perangkat elektronik dapat mengganggu produksi melatonin, atau hormon yang bertanggung jawab atas siklus tidur (sirkadian).

Menyusun Daftar Keinginan/Kekhawatiran
Menginginkan atau mengkhawatirkan banyak hal ialah salah satu penyebab orang susah tidur atau insomnia. Hal seperti ini, sebenarnya dapat diatasi dengan teknik yang dewasa ini banyak disarankan oleh konsultan manajemen stres. Adapun teknik itu sendiri dapat dilakukan dengan membuat daftar keinginan, kekhawatiran, atau segala hal yang hendak dikerjakan pada hari-hari mendatang. Setelah itu, kelompokkan sesuai skala urgensi, mulai dari mendesak, penting, sangat penting, bahkan tidak penting.

Tempat tidur yang bersih dan nyaman
Seseorang pada umumnya membutuhkan tidur selama 7-10 jam per hari. Namun demikian, durasi tersebut kadangkala tidak dapat tercukupi karena beberapa faktor seperti usia, lingkungan, atau bahkan kondisi tempat tidur.

Seseorang harus menyiapkan tempat tidur agar ia memperoleh kualitas istirahat yang baik. Cobalah untuk membuat sekeliling Anda terasa nyaman. Beberapa kegiatan seperti yoga, meditasi, berendam air hangat, atau membaca buku dengan cerita yang baik juga sangat disarakan untuk meningkatkan kualitas tidur yang sehat dan nyaman. (M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More